Semarang tidak hanya dikenal melalui lumpia, tahu gimbal, atau bandeng presto. Kota ini juga memiliki sejumlah tempat makan yang menyimpan cerita panjang tentang perkembangan kuliner di Indonesia. Salah satu yang paling menarik adalah Toko Oen Semarang, restoran dan kedai es krim yang telah berdiri sejak 1936.
Berada di Jalan Pemuda No. 52, Bangunharjo, Semarang Tengah, Toko Oen menempati bangunan bergaya kolonial yang masih mempertahankan suasana masa lalu. Hingga kini, tempat tersebut tetap menjadi tujuan wisatawan yang ingin menikmati makanan sekaligus merasakan atmosfer Semarang tempo dulu. Pemerintah Kota Semarang juga mencatat Toko Oen sebagai restoran keluarga yang menyajikan hidangan Eropa dan Indonesia serta terkenal dengan es krim rumahannya.
Menariknya, tahun 2026 menjadi momen istimewa karena Toko Oen Semarang genap berusia 90 tahun. Usia tersebut membuatnya menjadi salah satu destinasi kuliner bersejarah yang patut dimasukkan dalam agenda ketika berkunjung ke Semarang. Putera Mentari Rent Car mengulasnya untuk Anda.
Sejarah Panjang Toko Oen
Sejarah Toko Oen sebenarnya bermula jauh sebelum cabang Semarang berdiri. Sekitar tahun 1910, Liem Gien Nio atau yang dikenal sebagai Oma Oen bersama suaminya, Oen Tjoen Hok, memulai usaha toko kue di Yogyakarta. Nama Toko Oen sendiri berasal dari nama keluarga Oen.
Pada 1922, usaha tersebut berkembang. Dari yang awalnya berfokus pada kue dan biskuit, Toko Oen kemudian merambah ke bisnis es krim dan restoran. Menu yang dikembangkan mencerminkan percampuran budaya yang berkembang pada masa itu, terutama pengaruh kuliner Belanda, Indonesia, dan Tionghoa.
Perkembangan tersebut kemudian membawa Toko Oen ke berbagai kota. Dalam sejarahnya, Toko Oen pernah memiliki cabang di Yogyakarta, Jakarta, Malang, dan Semarang. Cabang Semarang mulai beroperasi pada 1936 di bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai grillroom milik seorang Inggris. Setahun sebelumnya, Oen Tjoen Hok telah membeli bangunan tersebut. Lokasinya dahulu berada di Jalan Bodjong, yang sekarang dikenal sebagai Jalan Pemuda.
Dari beberapa cabang tersebut, Semarang menjadi tempat yang terus bertahan hingga sekarang dan tetap dikelola oleh keturunan langsung keluarga pendiri. Inilah salah satu alasan mengapa keberadaan Toko Oen Semarang mempunyai nilai sejarah yang begitu kuat.
Perkembangan Toko Oen Dari Masa Ke Masa
Mempertahankan bisnis kuliner selama sembilan dekade tentu bukan perkara mudah. Selera masyarakat berubah, restoran modern bermunculan, dan gaya hidup turut mengalami perkembangan. Namun, Toko Oen memilih mempertahankan identitas yang menjadi kekuatannya sejak awal.
Saat ini, Toko Oen tidak hanya berfungsi sebagai restoran. Tempat ini juga memiliki konsep Ice Cream Palace dan Patisserie, dengan berbagai pilihan es krim, kue, pastry, cake, cookies, serta hidangan restoran. Situs resminya bahkan masih membagi produknya ke dalam beberapa kategori, mulai dari restaurant, cookies, pastry, cake & taart, hingga ice cream.
Perkembangan lain yang menarik adalah hadirnya beberapa outlet Toko Oen di pusat perbelanjaan Semarang. Namun, bangunan di Jalan Pemuda No. 52 tetap menjadi restoran utama yang memiliki nilai sejarah paling kuat.
Dengan demikian, perkembangan Toko Oen bukan berarti meninggalkan identitas lamanya. Justru, unsur tradisional menjadi bagian penting dari daya tarik yang terus dipertahankan.
Keistimewaan Toko Oen Semarang
Hal pertama yang membuat Toko Oen berbeda adalah suasananya. Berkunjung ke sini terasa seperti memasuki restoran dari masa lalu. Bangunan kolonial, langit-langit tinggi, furnitur klasik, foto-foto lama, serta berbagai elemen interior vintage menciptakan atmosfer yang sulit ditemukan di restoran modern.
Nilai sejarah tersebut bukan sekadar dekorasi. Bangunan Toko Oen merupakan bagian dari perjalanan perkembangan Kota Semarang sejak masa kolonial. Karena itu, kegiatan makan di sini dapat menjadi pengalaman wisata sejarah sekaligus wisata kuliner.
Keistimewaan berikutnya adalah resep-resep lama yang masih dipertahankan. Toko Oen menyebut sejumlah menu klasik seperti uitsmijter, huzarensalade, dan kaasstengels sebagai bagian dari karakter kuliner mereka.
Es krim juga menjadi daya tarik utama. Toko Oen mempertahankan resep lama dan menggunakan metode tradisional yang menghasilkan tekstur lebih padat serta lebih cepat meleleh dibandingkan produk es krim modern. Menurut situs resminya, resep tersebut tidak menggunakan premiks maupun bahan tambahan seperti stabilizer.
Pada 2026, bertepatan dengan ulang tahun ke-90, Toko Oen juga memperkenalkan menu khusus Es Krim 90 Tahun Toko Oen.
Hidangan Favorit Yang Patut Dicoba
Berbicara mengenai Toko Oen tentu tidak lengkap tanpa membahas menu. Pengunjung memiliki cukup banyak pilihan, mulai dari makanan ringan hingga hidangan utama.
Es krim menjadi salah satu pilihan yang paling identik dengan Toko Oen. Pengalaman menikmati es krim di tempat dengan suasana vintage menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu pilihan yang menarik adalah es krim yang dipadukan dengan hidangan klasik seperti Pannekoek Ice Cream dan Poffertjes Ice Cream. Keduanya memadukan dessert bergaya Eropa dengan es krim khas Toko Oen.
Untuk makanan ringan, tersedia kroket, risoles, bitterballen, dan poffertjes. Sementara itu, pengunjung yang ingin makan lebih berat dapat mencoba Bistik Hamburg, Bistik Lidah, Wiener Schnitzel, steak, pasta, atau nasi goreng.
Bagian bakery juga menarik untuk diperhatikan. Toko Oen masih menyediakan berbagai kue dan cookies bergaya lama, seperti ananas, bokkepootjes, sprits, janhagel, kaasstengels, dan lidah kucing. Beberapa di antaranya cocok dijadikan buah tangan.
Untuk pengunjung yang baru pertama kali datang, menikmati es krim kemudian dilanjutkan dengan salah satu menu klasik dapat menjadi cara yang menarik untuk mengenal karakter Toko Oen.
Mengapa Toko Oen Patut Dikunjungi?
Ada banyak alasan mengapa Toko Oen layak masuk itinerary perjalanan Semarang.
Pertama, tempat ini memberikan pengalaman wisata yang berbeda. Pengunjung tidak sekadar makan, tetapi juga dapat melihat bagaimana sebuah usaha kuliner mampu bertahan selama puluhan tahun.
Kedua, lokasinya sangat strategis. Toko Oen berada di kawasan pusat Kota Semarang sehingga mudah dipadukan dengan kunjungan ke berbagai destinasi heritage lainnya.
Ketiga, tempat ini cocok untuk berbagai jenis perjalanan. Wisatawan yang datang bersama keluarga dapat menikmati makanan dan es krim, sementara pencinta sejarah dan fotografi dapat mengeksplorasi bangunan serta interior klasiknya.
Keempat, Toko Oen merupakan pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mencari kuliner yang memiliki cerita. Di tengah banyaknya restoran baru dengan konsep kekinian, keberadaan restoran berusia 90 tahun memberikan pengalaman yang berbeda.
Rute Menuju Toko Oen Semarang
Toko Oen berada di Jalan Pemuda No. 52, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.
Jika datang dari pusat Kota Semarang, perjalanan menuju Jalan Pemuda relatif mudah karena lokasinya berada di kawasan pusat kota. Dari kawasan Simpang Lima, perjalanan dapat dilanjutkan menuju arah Jalan Pemuda dan kawasan Tugu Muda.
Bagi wisatawan yang datang dari Surabaya, perjalanan melalui jalur tol Trans Jawa menjadi pilihan praktis. Rute umumnya dapat diarahkan melalui Tol Surabaya–Mojokerto, kemudian tersambung dengan jaringan tol menuju Jawa Tengah. Setelah melewati wilayah Solo atau Bawen sesuai rute yang dipilih, perjalanan dilanjutkan menuju Semarang dan keluar melalui jaringan tol yang mengarah ke Kota Semarang.
Untuk kendaraan yang datang dari arah barat, salah satu akses penting menuju Semarang adalah Gerbang Tol Kalikangkung, kemudian perjalanan dapat diteruskan menuju kawasan pusat kota. Kalikangkung berada pada jaringan Tol Semarang–Batang dan menjadi salah satu akses utama menuju Kota Semarang.
Sementara bagi wisatawan yang tiba melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, perjalanan menuju kawasan Jalan Pemuda juga relatif mudah karena Toko Oen berada di pusat kota.
Karena kondisi lalu lintas Semarang dapat berubah, terutama pada jam sibuk, sebaiknya gunakan navigasi digital untuk menentukan jalur terakhir menuju lokasi.
Wisata Yang Dekat Dengan Toko Oen
Keuntungan lain berkunjung ke Toko Oen adalah lokasinya dapat dikombinasikan dengan wisata sejarah dan budaya.
Salah satu yang paling mudah dimasukkan dalam itinerary adalah Lawang Sewu. Bangunan bersejarah yang berada di Jalan Pemuda ini dibangun pada 1904 dan dahulu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda. Kini Lawang Sewu menjadi salah satu ikon wisata heritage Semarang.
Dari Toko Oen, perjalanan juga dapat diteruskan menuju Kota Lama Semarang. Kawasan ini dikenal dengan bangunan-bangunan berarsitektur Eropa dan menjadi salah satu pusat wisata sejarah, kuliner, serta fotografi di Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyebut kawasan Kota Lama memiliki luas sekitar 31 hektare dengan banyak bangunan heritage.
Pilihan berikutnya adalah Sam Poo Kong, terutama bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya Tionghoa di Semarang. Kompleks ini memiliki arsitektur khas dengan bangunan dan ornamen yang menjadi daya tarik utama.
Untuk itinerary sehari, wisatawan dapat menyusun rute seperti Lawang Sewu – Toko Oen – Kota Lama – Sam Poo Kong, tentu dengan menyesuaikan waktu kunjungan dan kondisi lalu lintas.
Tips Berkunjung Ke Toko Oen
Sebelum datang, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Pertama, periksa kembali jam operasional karena informasi dapat berubah. Saat ini Toko Oen mencantumkan jam operasional restoran 10.00–22.00 WIB setiap hari.
Kedua, jika ingin suasana yang lebih nyaman, datang pada pagi menjelang siang atau sore hari. Waktu tersebut juga memungkinkan wisatawan menggabungkan kunjungan dengan destinasi lain.
Ketiga, jangan hanya berfokus pada makanan utama. Luangkan waktu untuk melihat interior, foto lama, area bakery, serta pilihan cookies dan pastry.
Keempat, jika ingin membawa oleh-oleh, produk cookies dan kue kering dapat menjadi pilihan. Toko Oen memang masih menyediakan kategori khusus oleh-oleh.
Menjelajahi Semarang Dengan Lebih Nyaman
Toko Oen Semarang bukan sekadar restoran tua. Tempat ini merupakan bagian dari perjalanan panjang kuliner Semarang, mulai dari tradisi keluarga Oen, pengaruh kuliner Eropa dan Tionghoa, hingga perkembangan restoran modern saat ini. Dengan usia mencapai 90 tahun pada 2026, keberadaannya menjadi pengingat bahwa sebuah restoran dapat menjadi bagian dari sejarah sebuah kota.
Bagi wisatawan dari Surabaya yang ingin mengunjungi Semarang sekaligus mengeksplorasi destinasi lain seperti Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Poo Kong, hingga berbagai pusat kuliner, perjalanan akan lebih praktis apabila menggunakan transportasi yang fleksibel. Sewa mobil Surabaya dengan sopir dapat menjadi pilihan untuk perjalanan antarkota karena pengemudi dapat membantu menangani perjalanan panjang, menentukan rute, serta memudahkan mobilitas ketika berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.
Silakan hubungi marketing Putera Mentari Rent Car untuk reservasi dan informasi, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134.
Dengan begitu, perjalanan dari Surabaya menuju Semarang bukan hanya tentang mencapai Toko Oen, tetapi juga kesempatan menikmati berbagai cerita sejarah, kuliner, dan wisata yang ada di sepanjang perjalanan maupun di dalam Kota Semarang.
