Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan dengan beragam pusat perbelanjaan dan destinasi wisata. Kota ini juga memiliki kekayaan kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Salah satu yang cukup populer di kalangan pencinta makanan tradisional adalah Cak Har atau yang lebih dikenal sebagai Soto Cak Har.
Mengusung soto ayam khas Lamongan, Soto Cak Har berhasil mempertahankan popularitasnya selama puluhan tahun. Kuah kuning gurih, taburan koya, pilihan isian yang beragam, serta porsinya yang mengenyangkan menjadi beberapa alasan tempat makan ini kerap masuk dalam daftar tujuan wisata kuliner di Surabaya. Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner khas Jawa Timur, Soto Cak Har dapat menjadi salah satu pilihan menarik. Putera Mentari Rent Car mengajak Anda mencicipi kuliner favorit ini.
Sejarah Dan Asal Usul Soto Cak Har
Perjalanan Soto Cak Har bermula dari usaha sederhana. Berdasarkan informasi yang diberitakan detikFood, Cak Har mulai merintis usaha kuliner pada 1992. Sebelum fokus berjualan soto, ia sempat berjualan nasi goreng bersama seorang teman pada era 1980-an. Karena usaha nasi gorengnya kurang berkembang, Cak Har kemudian memilih menekuni usaha soto ayam.
Dari gerobak sederhana, usaha tersebut perlahan mendapatkan pelanggan. Soto yang awalnya dijajakan secara sederhana kemudian berkembang menjadi warung makan. Popularitasnya semakin meningkat karena pelanggan datang bukan hanya dari sekitar lokasi, tetapi juga dari berbagai kawasan di Surabaya.
Sementara itu, informasi pada situs resmi Soto Cak Har menyebutkan perjalanan usahanya telah dirintis sejak 1982 dan rumah makan permanen mulai dibuka pada 1992. Perbedaan penyebutan tahun tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara masa awal merintis usaha dan pembukaan rumah makan permanen.
Terlepas dari perbedaan tersebut, satu hal yang menarik adalah bagaimana sebuah usaha yang berawal dari skala kecil dapat berkembang menjadi salah satu nama yang cukup dikenal dalam peta kuliner Surabaya.
Mengapa Soto Cak Har Begitu Populer?
Salah satu daya tarik utama Soto Cak Har adalah cita rasa soto ayam Lamongan yang kuat. Soto Lamongan sendiri dikenal memiliki kuah kuning dengan karakter gurih dan penggunaan koya sebagai salah satu ciri khasnya.
Kuah Soto Cak Har terasa gurih dengan aroma rempah yang cukup kuat. Daun bawang dan berbagai bumbu memberikan aroma yang menggugah selera. Menariknya, rasa kuah tetap terasa lembut sehingga tidak hanya mengandalkan rasa asin atau gurih semata.
Keberadaan koya juga menjadi bagian penting dalam menikmati soto. Koya yang dibuat dari kerupuk udang dan bahan pelengkap lainnya dapat ditambahkan ke dalam kuah sesuai selera. Penambahan koya membuat kuah terasa lebih pekat, gurih, dan memiliki tekstur yang sedikit berbeda.
Bagi penggemar soto Lamongan, cara menikmati seperti ini menjadi salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.
Pilihan Isian Yang Bisa Disesuaikan
Keistimewaan lainnya adalah pelanggan dapat memilih isian soto sesuai selera. Tidak hanya suwiran daging ayam biasa, tersedia pilihan bagian ayam dan isian lainnya.
Beberapa pilihan yang dikenal antara lain bagian dada, paha, kulit, jeroan, hingga uritan. Ada pula pilihan soto campur bagi pengunjung yang ingin mencicipi beberapa jenis isian sekaligus.
Pilihan tersebut membuat pengalaman makan menjadi lebih personal. Pengunjung yang menyukai daging ayam dapat memilih bagian dada atau paha, sementara pencinta tekstur yang lebih beragam dapat memilih campuran kulit, jeroan, atau uritan.
Salah satu pilihan yang juga menarik perhatian adalah brutu atau bagian belakang ayam. Bagi sebagian orang, bagian ini justru menjadi salah satu bagian favorit karena teksturnya lebih berlemak.
Selain itu, terdapat pula pilihan ceker dan kepala ayam. Keberagaman isian inilah yang membuat Soto Cak Har tidak terasa monoton meskipun menu utamanya tetap berupa soto ayam.
Koya Dan Balungan Menjadi Ciri Khas
Bagi penggemar Soto Lamongan, koya merupakan pelengkap yang hampir tidak dapat dipisahkan. Di Soto Cak Har, koya menjadi salah satu elemen yang membuat pengalaman makan semakin menarik.
Koya dapat dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam kuah. Semakin banyak koya yang ditambahkan, kuah akan terasa semakin gurih dan pekat. Pengunjung dapat menyesuaikannya dengan selera masing-masing.
Hal lain yang cukup menarik adalah keberadaan balungan atau tulang ayam sebagai pelengkap. Informasi dari situs resmi menyebutkan tambahan balungan dan ceker dapat diminta selama persediaan masih tersedia.
Bagi pencinta kuliner tradisional, bagian tulang ayam yang masih memiliki sedikit daging dan kaldu sering kali justru memberikan sensasi tersendiri ketika disantap bersama kuah soto.
Tidak Hanya Soto
Walaupun soto menjadi menu utama, pengalaman bersantap di Soto Cak Har tidak berhenti pada semangkuk soto. Tersedia pula sejumlah makanan pendamping yang dapat disantap bersama soto.
Tahu dan tempe bacem, misalnya, dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang menyukai perpaduan rasa gurih dan manis. Ada pula kerupuk serta berbagai makanan ringan yang dapat melengkapi santapan.
Menurut detikFood, di area rumah makan juga terdapat sejumlah penjual UMKM yang menawarkan makanan lain, termasuk lumpia khas Semarang. Hal ini membuat pilihan kuliner di tempat tersebut menjadi lebih beragam.
Dengan demikian, wisatawan yang datang bersama keluarga atau rombongan dengan selera berbeda tetap memiliki cukup banyak pilihan.
Menjadi Salah Satu Rujukan Wisatawan
Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Surabaya, mencari kuliner lokal merupakan salah satu cara untuk mengenal karakter sebuah kota. Soto Cak Har dapat menjadi salah satu tujuan karena menawarkan makanan yang dekat dengan tradisi kuliner Jawa Timur.
Popularitasnya yang sudah berlangsung lama juga membuat tempat ini dikenal oleh masyarakat dari luar Surabaya. Bahkan, pemberitaan detikFood menyebut popularitas Soto Cak Har telah dikenal hingga luar kota.
Suasana rumah makan yang mampu menampung banyak pelanggan juga mendukung kunjungan keluarga maupun rombongan. Hal ini cukup penting bagi wisatawan yang melakukan perjalanan bersama beberapa orang sekaligus.
Bagi wisatawan kuliner, menikmati semangkuk Soto Cak Har juga dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal kuliner Surabaya yang mendapat pengaruh kuat dari daerah-daerah di Jawa Timur, termasuk Lamongan.
Lokasi Dan Rute Menuju Soto Cak Har
Soto Cak Har memiliki lokasi yang berkaitan dengan kawasan Sukolilo dan Surabaya Timur. Salah satu lokasi yang tercantum pada informasi resminya berada di Jalan Arief Rahman Hakim No. 06, Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Selain itu, terdapat lokasi di kawasan Jalan Ir. Dr. H. Soekarno atau MERR.
Bagi wisatawan yang berangkat dari pusat Kota Surabaya, perjalanan dapat diarahkan menuju kawasan Surabaya Timur melalui Jalan Kertajaya atau jalur utama menuju kawasan Sukolilo. Sementara wisatawan yang datang dari kawasan Rungkut, Gunung Anyar, atau Surabaya Selatan dapat memanfaatkan jalur MERR untuk menuju kawasan tersebut.
Karena kondisi lalu lintas Surabaya dapat berubah sesuai waktu, rute perjalanan sebaiknya disesuaikan dengan lokasi awal keberangkatan dan kondisi jalan saat itu.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung juga perlu memperhatikan kondisi parkir ketika datang pada jam makan. Tempat makan yang populer dapat mengalami kepadatan, terutama ketika waktu makan siang atau akhir pekan.
Waktu Yang Tepat Untuk Berkunjung
Soto merupakan makanan yang cocok disantap hampir kapan saja. Soto Cak Har dapat menjadi pilihan untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam. Informasi resmi mencantumkan jam operasional setiap hari pukul 06.00 hingga 23.00 WIB, sedangkan pemberitaan detikFood pada salah satu kunjungannya mencantumkan jam operasional yang lebih panjang. Karena jam operasional dapat berubah, sebaiknya wisatawan mengecek informasi terbaru sebelum berangkat.
Jika ingin suasana yang relatif lebih santai, datang di luar jam makan utama dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana ramai khas tempat kuliner populer, waktu sarapan atau makan siang justru dapat memberikan pengalaman tersendiri.
Tips Menikmati Soto Cak Har
Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan agar pengalaman kuliner menjadi lebih menyenangkan. Pertama, tentukan isian soto sebelum memesan. Bagi yang baru pertama kali datang, soto campur dapat menjadi pilihan untuk mengenal beberapa karakter isian sekaligus.
Kedua, jangan langsung mencampurkan banyak koya. Cobalah kuah terlebih dahulu agar dapat merasakan karakter asli kuahnya. Setelah itu, tambahkan koya sedikit demi sedikit sesuai selera.
Ketiga, lengkapi dengan sambal dan perasan jeruk nipis jika menyukai cita rasa yang lebih segar dan pedas. Perpaduan kuah gurih, koya, sambal, serta sedikit rasa asam dari jeruk nipis dapat membuat rasa soto menjadi lebih kompleks.
Terakhir, jika datang bersama keluarga atau rombongan, perhatikan waktu kunjungan karena tempat yang populer dapat cukup ramai.
Menjadikan Soto Cak Har Bagian Dari Wisata Kuliner Surabaya
Menjelajahi Surabaya tidak harus selalu diisi dengan kunjungan ke tempat wisata. Berburu makanan khas juga dapat menjadi bagian menarik dari perjalanan. Soto Cak Har bisa dimasukkan ke dalam agenda wisata, terutama bagi wisatawan yang ingin mencicipi soto ayam Lamongan dengan karakter kuah gurih dan pilihan isian yang beragam.
Lokasinya di kawasan Surabaya Timur juga memungkinkan kunjungan kuliner ini digabungkan dengan agenda lain di sekitar Surabaya. Dengan menyusun rute yang tepat, wisatawan dapat menikmati kuliner sekaligus mengunjungi pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, maupun destinasi lain dalam satu perjalanan.
Bagi wisatawan yang datang dari luar kota, pengaturan perjalanan tentu menjadi bagian penting. Selain menentukan destinasi, perlu diperhitungkan waktu perjalanan, kondisi lalu lintas, lokasi parkir, serta kenyamanan selama berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, sewa mobil Surabaya dengan sopir dapat menjadi pilihan yang praktis. Wisatawan tidak perlu terlalu fokus mencari jalan atau memikirkan parkir ketika berpindah dari satu tempat kuliner ke destinasi berikutnya. Perjalanan pun dapat terasa lebih santai, terutama ketika agenda wisata dilakukan bersama keluarga atau rombongan.
Silakan hubungi marketing Putera Mentari Rent Car untuk informasi dan reservasi kendaraan, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134.
Dengan semangkuk soto yang hangat, pilihan isian yang beragam, dan perjalanan yang tertata, wisata kuliner di Surabaya dapat menjadi pengalaman yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner Jawa Timur kepada para wisatawan.
