Mojokerto terus menghadirkan pilihan wisata baru yang menarik untuk dijelajahi. Tidak semuanya berupa taman rekreasi, tempat bermain, atau destinasi dengan banyak wahana. Salah satu yang justru menarik perhatian adalah Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang, sebuah infrastruktur yang kini berkembang menjadi ikon wisata baru Kabupaten Mojokerto.

Jembatan ini menghubungkan Desa Gondang dan Desa Kebontunggul. Setelah selesai dibangun kembali pada 2025, keberadaannya mulai menarik masyarakat karena menawarkan pemandangan pegunungan, hamparan sawah, serta suasana pedesaan yang masih asri. Pada Februari 2026, Jembatan Bubak resmi diresmikan dan dinobatkan sebagai salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Mojokerto.

Menariknya, Jembatan Bubak bukan destinasi wisata yang dirancang sejak awal sebagai tempat rekreasi. Fungsi utamanya adalah sebagai penghubung antarkawasan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat. Namun, pemandangan di sekitarnya membuat jembatan ini memiliki potensi sebagai tempat singgah dan wisata baru. Jika Anda sedang mencari destinasi Mojokerto yang masih relatif segar dan berbeda dari objek wisata mainstream, Jembatan Bubak patut dipertimbangkan. Putera Mentari Rent Car membahasnya untuk Anda.

Sejarah Singkat Jembatan Bubak

Sebelum menjadi ikon baru, Jembatan Bubak memiliki cerita yang berkaitan dengan akses masyarakat. Jembatan sebelumnya mengalami kerusakan dan terputus akibat banjir bandang pada 2024. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga di sekitar Gondang dan Kebontunggul ikut terganggu.

Pembangunan kembali jembatan kemudian dimulai pada Juli 2025. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jembatan baru tersebut akhirnya dapat digunakan kembali. Peresmian dilakukan pada 19 Februari 2026 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.

Jembatan yang baru memiliki konstruksi rangka baja dengan bentang sekitar 60 meter dan lebar jalan 7 meter. Pembangunannya menghabiskan anggaran sekitar Rp13,2 miliar. Selain berfungsi menghubungkan wilayah, jembatan ini diharapkan membantu memperlancar mobilitas, distribusi barang, serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Perkembangan Jembatan Bubak sebagai tempat yang ramai dikunjungi masyarakat terjadi secara alami. Pemandangan di sekitar jembatan membuat orang datang bukan hanya untuk melintas, tetapi juga menikmati suasana. Pemerintah Kabupaten Mojokerto kemudian menyebutnya sebagai salah satu ikon wisata baru.

Apa Yang Menarik Dari Jembatan Bubak?

Hal pertama yang membuat Jembatan Bubak menarik adalah panorama alam di sekitarnya. Dari kawasan jembatan, pengunjung dapat melihat hamparan sawah dan perbukitan atau pegunungan yang menjadi latar belakang kawasan Gondang.

Pemandangan tersebut memberikan suasana berbeda dibandingkan kawasan perkotaan Mojokerto. Pada pagi hari, udara cenderung terasa lebih segar dan pemandangan sawah memberikan kesan pedesaan yang kuat.

Daya tarik lain muncul ketika malam tiba. Jembatan Bubak dilengkapi pencahayaan lampu yang membuat tampilannya lebih menarik setelah matahari terbenam. Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyebut pencahayaan warna-warni tersebut sebagai salah satu daya tarik yang membuat masyarakat tertarik datang.

Karena itu, Jembatan Bubak mempunyai dua karakter berbeda. Pada siang hari, pengunjung dapat menikmati panorama alam, sedangkan malam hari menawarkan suasana jembatan yang dihiasi lampu.

Namun, perlu dipahami bahwa Jembatan Bubak tetap merupakan infrastruktur publik. Pengunjung tidak seharusnya memperlakukannya seperti objek wisata yang bebas digunakan untuk aktivitas apa pun. Keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas harus tetap menjadi prioritas.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan

Meskipun bukan destinasi dengan banyak wahana, ada beberapa aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di sekitar Jembatan Bubak.

Menikmati Pemandangan

Aktivitas paling utama adalah menikmati panorama. Pengunjung dapat melihat hamparan persawahan dan kawasan perbukitan di sekitar jembatan.

Suasana seperti ini cocok bagi wisatawan yang menyukai perjalanan santai. Tidak perlu melakukan aktivitas khusus untuk menikmati tempat ini. Berhenti sejenak, melihat pemandangan, dan menikmati udara pedesaan sudah cukup untuk membuat perjalanan terasa berbeda.

Berfoto

Jembatan dan panorama di belakangnya dapat menjadi latar foto yang menarik. Terlebih ketika cuaca cerah dan langit terlihat bersih.

Jika ingin mengambil foto, pilih lokasi yang tidak mengganggu kendaraan lain. Hindari berdiri di tengah jalur kendaraan atau melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan.

Menikmati Suasana Malam

Lampu warna-warni menjadi salah satu daya tarik Jembatan Bubak pada malam hari. Pencahayaan tersebut membuat jembatan memiliki karakter berbeda dibandingkan siang hari.

Wisatawan yang ingin melihat suasana malam dapat memasukkan Jembatan Bubak sebagai salah satu titik singgah dalam perjalanan malam di kawasan Gondang.

Berburu Kuliner dan Produk UMKM

Perkembangan Jembatan Bubak juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM. Pemerintah daerah menyebut keberadaan jembatan mulai membuka ruang bagi masyarakat untuk berjualan di sekitar kawasan.

Bagi wisatawan, hal ini menjadi nilai tambah. Selain menikmati pemandangan, pengunjung berkesempatan membeli makanan atau produk lokal dari masyarakat sekitar.

Namun, karena aktivitas pedagang dapat berubah dan belum tentu berlangsung sepanjang hari, sebaiknya jangan menjadikan keberadaan lapak tertentu sebagai satu-satunya alasan berkunjung.

Keunggulan Jembatan Bubak Sebagai Wisata Baru

Ada beberapa hal yang membuat Jembatan Bubak menarik untuk dimasukkan ke daftar wisata Mojokerto.

Pertama, lokasinya menawarkan pemandangan alami tanpa harus membangun banyak fasilitas buatan. Persawahan dan pegunungan menjadi daya tarik utama.

Kedua, masih tergolong baru sebagai ikon wisata. Peresmian baru dilakukan pada Februari 2026 sehingga keberadaannya masih relatif segar bagi wisatawan yang senang mengeksplorasi destinasi baru.

Ketiga, keberadaan jembatan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Fungsinya bukan sekadar untuk wisata, tetapi juga mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Dengan demikian, perkembangan kawasan sebagai tujuan wisata berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Keempat, Jembatan Bubak dapat dikombinasikan dengan destinasi lain di kawasan Gondang. Hal ini membuatnya lebih cocok dijadikan bagian dari perjalanan daripada satu-satunya tujuan wisata dalam satu hari.

Rute Menuju Jembatan Bubak

Jembatan Bubak berada di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, dan menghubungkan Desa Gondang dengan Desa Kebontunggul.

Jika berangkat dari pusat Kota Mojokerto, perjalanan dapat diarahkan menuju wilayah Gondang melalui jaringan jalan kabupaten yang mengarah ke kawasan selatan Mojokerto. Setelah memasuki wilayah Gondang, perjalanan diteruskan menuju Desa Gondang atau arah Kebontunggul.

Wisatawan yang menggunakan aplikasi navigasi sebaiknya memasukkan kata kunci Jembatan Bubak, Gondang, Mojokerto dan memastikan titik tujuan yang dipilih berada di jembatan yang dimaksud.

Untuk wisatawan dari Surabaya, perjalanan dapat dimulai melalui jalur Surabaya–Mojokerto. Setelah tiba di wilayah Mojokerto, perjalanan dilanjutkan menuju Gondang.

Karena kondisi lalu lintas dan rute dapat berubah, terutama pada akhir pekan, sebaiknya periksa navigasi sebelum berangkat. Jangan hanya memperhitungkan jarak, tetapi juga waktu tempuh dan kondisi jalan.

Wisata Yang Bisa Dikombinasikan

Jembatan Bubak akan lebih menarik jika dijadikan bagian dari rute wisata Mojokerto.

Salah satu destinasi yang dapat dikaitkan adalah Lembah Mbencirang di Kebontunggul. Kawasan ini merupakan destinasi wisata berbasis alam dan desa yang memiliki suasana hijau. Bahkan pembangunan kembali Jembatan Bubak turut mendukung akses menuju kawasan wisata tersebut.

Setelah menikmati Jembatan Bubak, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Gondang dan sekitarnya. Pilihan destinasi dapat disesuaikan dengan arah perjalanan dan waktu yang tersedia.

Jika memiliki waktu lebih panjang, perjalanan juga dapat diperluas menuju kawasan Pacet. Kawasan ini terkenal dengan udara sejuk, wisata alam, pemandian, dan berbagai tempat rekreasi.

Dengan membuat rute seperti Jembatan Bubak – Kebontunggul – wisata alam Gondang – Pacet, perjalanan menjadi lebih beragam. Wisatawan tidak hanya mengunjungi satu tempat, tetapi dapat menikmati perpaduan pemandangan pedesaan, wisata alam, dan kawasan pegunungan.

Tips Berkunjung Ke Jembatan Bubak

Karena Jembatan Bubak merupakan infrastruktur publik yang masih berfungsi sebagai jalur transportasi, wisatawan perlu memiliki sikap yang berbeda ketika berkunjung.

Pertama, jangan berhenti sembarangan di badan jalan. Jika ingin mengambil foto atau menikmati pemandangan, cari lokasi yang aman dan tidak mengganggu arus kendaraan.

Kedua, jangan berdiri di tengah jalan hanya untuk mendapatkan foto. Keindahan pemandangan tidak sebanding dengan risiko kecelakaan.

Ketiga, jaga kebersihan. Jika membeli makanan atau minuman dari UMKM sekitar, pastikan sampah dibuang pada tempat yang tersedia.

Keempat, jika datang pada malam hari, gunakan pencahayaan tambahan apabila berada di area yang minim penerangan. Tetap berhati-hati karena aktivitas kendaraan masih berlangsung.

Kelima, perhatikan cuaca. Ketika hujan deras, pemandangan mungkin tidak sebaik saat cuaca cerah dan kondisi jalan juga dapat menjadi lebih licin.

Terakhir, jangan berlebihan dalam mengeksplorasi jembatan. Tujuan utama pembangunan tetap sebagai sarana konektivitas masyarakat sehingga wisatawan harus menghormati fungsi tersebut.

Waktu Terbaik Untuk Berkunjung

Waktu terbaik sebenarnya bergantung pada pengalaman yang ingin diperoleh.

Untuk menikmati pemandangan sawah dan pegunungan, pagi hingga sore dapat menjadi pilihan. Pagi hari biasanya memberikan suasana yang lebih segar, sedangkan sore menawarkan cahaya matahari yang lebih lembut.

Jika ingin melihat lampu jembatan, datang menjelang sore dan bertahan hingga malam. Dengan begitu, wisatawan dapat melihat dua suasana sekaligus.

Hindari datang ketika hujan deras karena tujuan utama berkunjung adalah menikmati pemandangan terbuka. Selain itu, kondisi jalan dan aktivitas di sekitar jembatan juga dapat berubah ketika cuaca buruk.

Jembatan Bubak, Destinasi Baru Yang Berbeda

Jembatan Bubak membuktikan bahwa sebuah infrastruktur publik dapat berkembang menjadi ikon baru bagi suatu daerah. Dibangun kembali setelah jembatan sebelumnya terputus akibat banjir, kini jembatan tersebut tidak hanya mengembalikan konektivitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan wisata baru di kawasan Gondang.

Panorama pegunungan, persawahan, lampu warna-warni, serta keberadaan UMKM di sekitar kawasan menjadi daya tarik yang membuatnya berbeda. Meski fasilitas wisatanya belum dapat disamakan dengan destinasi rekreasi besar, justru kesederhanaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman.

Bagi wisatawan yang senang mencari wisata baru di Mojokerto, Jembatan Bubak dapat menjadi pilihan untuk dimasukkan ke dalam perjalanan. Agar kunjungan lebih maksimal, tempat ini sebaiknya dipadukan dengan Lembah Mbencirang atau destinasi lain di kawasan Gondang dan Pacet.

Bagi wisatawan yang berangkat dari Surabaya bersama keluarga atau rombongan, perjalanan menuju Mojokerto juga dapat dibuat lebih praktis dengan sewa mobil Surabaya. Terlebih jika ingin menggabungkan Jembatan Bubak dengan beberapa destinasi lain dalam satu perjalanan. Menggunakan layanan sewa mobil dengan sopir memungkinkan wisatawan lebih leluasa menikmati perjalanan tanpa harus bergantian mengemudi atau terlalu fokus mencari rute.

Silakan hubungi marketing Putera Mentari Rent Car, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan menuju ikon baru Mojokerto ini dapat menjadi agenda singkat yang sekaligus memperkenalkan sisi pedesaan dan potensi wisata lokal yang sedang berkembang.