Selain memiliki destinasi wisata alam, Trawas juga dikenal dengan beragam kafe yang menawarkan konsep menarik. Ada kafe bernuansa pedesaan Eropa, tempat nongkrong di tengah persawahan, hingga kafe dengan area hijau yang menyerupai taman atau hutan. Perpaduan suasana alam dan pilihan kuliner membuat aktivitas minum kopi di Trawas dapat menjadi bagian dari pengalaman berwisata.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung dari Surabaya, perjalanan ke Trawas dapat direncanakan sebagai wisata sehari. Agar kunjungan lebih terarah, berikut beberapa pilihan kafe di Trawas beserta keunggulan, rute perjalanan, dan destinasi wisata yang bisa dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan. Putera Mentari Rent Car menjabarkannya untuk Anda.
1. Gartenhütte, Menikmati Kopi dengan Pemandangan Sawah dan Gunung
Salah satu kafe yang menarik untuk dikunjungi adalah Gartenhütte. Kaffee und Aussicht. Berada di kawasan Selotapak, Trawas, tempat ini dikenal dengan pemandangan hamparan sawah dan pegunungan yang menjadi daya tarik utamanya.
Nama Gartenhütte memberikan kesan tempat bersantai yang dekat dengan alam. Pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan sambil mencicipi kopi, teh, aneka camilan, maupun makanan berat. Pilihan menunya membuat tempat ini tidak hanya cocok untuk singgah sebentar, tetapi juga untuk makan sambil menikmati panorama sekitar.
Keunggulan Gartenhütte terletak pada pemandangan alam yang terbuka. Ketika cuaca cerah, hamparan hijau dan siluet pegunungan menjadi latar yang menarik untuk berfoto. Udara yang relatif sejuk juga membuat pengunjung dapat bersantai lebih lama dibandingkan ketika berada di tengah kota.
Kafe ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus melakukan aktivitas fisik berat. Pengunjung dapat datang bersama pasangan, teman, maupun keluarga.
Rute perjalanan: Dari Surabaya, perjalanan dapat diarahkan melalui jalan tol menuju kawasan Mojokerto, kemudian dilanjutkan ke Trawas dan Desa Selotapak. Gunakan navigasi menuju Gartenhütte karena jalan di sekitar desa dapat memiliki percabangan yang cukup membingungkan bagi pengunjung baru.
2. Rustic Market Valley View, Kafe Bergaya Pedesaan Eropa
Bagi wisatawan yang menyukai bangunan klasik dan suasana seperti desa di Eropa, Rustic Market Valley View dapat menjadi pilihan. Kafe ini berada di kawasan Tamiajeng–Selotapak dan menggabungkan bangunan bernuansa pedesaan dengan taman serta pemandangan alam.
Daya tariknya bukan hanya menu makanan dan minuman, melainkan juga penataan area yang dirancang menarik secara visual. Bangunan kayu, taman, dan sejumlah sudut foto membuat pengunjung dapat menikmati suasana berbeda dari kafe pada umumnya.
Keunggulan Rustic Market Valley View adalah konsep tempatnya yang kuat. Pengunjung bisa berjalan-jalan di area yang tersedia, berfoto, kemudian menikmati makanan atau minuman sambil melihat lanskap di sekitarnya. Tempat ini cocok untuk wisata bersama pasangan, teman, maupun keluarga yang ingin mengabadikan momen liburan.
Sebelum berkunjung, perhatikan ketentuan yang berlaku di lokasi, termasuk aturan penggunaan area foto, pemesanan tempat, dan kemungkinan minimum pembelian. Hal tersebut penting karena kafe dengan konsep destinasi biasanya memiliki tata tertib tersendiri.
Rute perjalanan: Dari pusat Trawas, arahkan perjalanan ke kawasan Tamiajeng dan Selotapak. Rustic Market dapat dimasukkan dalam rute wisata kafe bersama Gartenhütte karena keduanya berada di kawasan yang relatif berdekatan. Urutan kunjungan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan jam operasional masing-masing.
3. Casa Ellora, Kafe Modern dengan Suasana Santai
Pilihan berikutnya adalah Casa Ellora, sebuah kafe di kawasan Jatijejer, Trawas. Tempat ini menawarkan perpaduan desain modern dengan lingkungan hijau yang menjadi ciri khas kawasan pegunungan Mojokerto.
Casa Ellora memiliki area indoor dan outdoor yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Area dalam ruangan dapat menjadi pilihan ketika cuaca terlalu terik atau hujan, sedangkan area terbuka cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati udara sejuk dan pemandangan alam.
Keunggulan Casa Ellora terletak pada suasananya yang relatif modern, nyaman, dan menarik untuk berbagai kegiatan. Pengunjung dapat menikmati kopi, makanan ringan, atau hidangan pendamping sambil berbincang dengan teman. Desain bangunan dan pencahayaan alami juga mendukung kegiatan fotografi.
Kafe ini dapat dipertimbangkan oleh wisatawan yang ingin mencari suasana lebih santai untuk mengobrol, berkumpul, atau sekadar beristirahat setelah berkeliling Trawas.
Rute perjalanan: Casa Ellora berada di Jalan Trawas–Mojosari, kawasan Jatijejer. Jika datang dari pusat Trawas, ikuti jalan menuju Mojosari dan gunakan petunjuk navigasi untuk menemukan lokasi kafe. Perhatikan kondisi jalan ketika akhir pekan karena kawasan wisata dapat lebih ramai.
4. Havenville Cafe, Menikmati Suasana Hijau di Dekat Air Terjun Dlundung
Havenville Cafe berada di Jalan Air Terjun, kawasan Slepi, Desa Ketapanrame, Trawas. Lokasinya menarik bagi wisatawan yang ingin menggabungkan kegiatan nongkrong dengan kunjungan ke destinasi alam di sekitar Air Terjun Dlundung.
Kafe ini menghadirkan area terbuka dengan hamparan hijau dan bangunan bergaya modern. Ketika cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan dan pegunungan sambil menyantap hidangan.
Keunggulan Havenville Cafe adalah suasananya yang mendukung kegiatan bersantai setelah menjelajahi kawasan wisata. Pilihan makanan dan minuman yang cukup beragam membuat tempat ini bisa digunakan untuk sarapan, makan siang, maupun beristirahat pada sore hari. Fasilitas seperti Wi-Fi, toilet, dan musala juga disebut dalam informasi pengunjung dan publikasi lokal.
Kafe ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa harus mendaki atau melakukan aktivitas berat. Pengunjung cukup memilih tempat duduk yang nyaman, memesan makanan, dan menikmati suasana sekitar.
Rute perjalanan: Dari pusat Trawas, arahkan kendaraan menuju Ketapanrame melalui Jalan Air Terjun. Jika ingin mengunjungi Air Terjun Dlundung, susun waktu kunjungan dengan mempertimbangkan jam operasional objek wisata. Kafe dapat menjadi tempat istirahat sebelum atau setelah beraktivitas di kawasan air terjun.
5. Cafe Sabin, Bersantai di Tepi Persawahan
Bagi pengunjung yang lebih menyukai tempat sederhana dengan suasana pedesaan, Cafe Sabin layak dipertimbangkan. Kafe yang berada di kawasan Tamiajeng ini dikenal dengan pemandangan persawahan dan latar pegunungan.
Nama Sabin mengingatkan pada suasana sawah yang menjadi salah satu daya tarik tempat tersebut. Konsepnya sesuai bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman dan camilan tanpa harus datang ke tempat dengan desain yang terlalu ramai.
Keunggulan Cafe Sabin adalah suasana terbuka yang memberikan pengalaman bersantai di tengah lingkungan pedesaan. Pemandangan sawah dapat menjadi latar foto yang menarik, terutama saat tanaman terlihat hijau dan cuaca sedang cerah.
Dari sisi pengalaman berwisata, kafe ini cocok untuk mengisi waktu luang, berbincang bersama teman, atau berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Wisatawan yang ingin menikmati suasana dengan lebih tenang dapat mempertimbangkan kunjungan pada hari kerja.
Rute perjalanan: Cafe Sabin berada di kawasan Tamiajeng, Trawas. Lokasinya bisa dimasukkan dalam rute yang melewati area Selotapak. Jika berangkat dari Surabaya, perjalanan dapat diarahkan menuju Mojokerto terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan melalui jalur menuju Trawas.
6. Alas Trawas, Nongkrong dengan Nuansa Alam yang Rindang
Alas Trawas merupakan pilihan bagi wisatawan yang menyukai suasana hijau dengan pepohonan dan area bersantai yang luas. Berada di Jalan Trawas–Mojosari, kafe ini memiliki konsep yang menonjolkan nuansa alam.
Berbeda dari kafe yang mengandalkan bangunan bergaya Eropa atau panorama sawah terbuka, Alas Trawas memberikan kesan seperti tempat beristirahat di tengah lingkungan rindang. Area yang luas juga membuatnya menarik untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga.
Keunggulan Alas Trawas adalah suasananya yang mendukung kegiatan berkumpul dalam waktu cukup lama. Pengunjung dapat memilih beragam hidangan, mulai dari makanan berat hingga camilan dan minuman. Sejumlah informasi tempat juga menyebutkan adanya fasilitas pendukung seperti area parkir, Wi-Fi, dan musala.
Tempat ini bisa menjadi pilihan untuk makan siang atau menghabiskan sore setelah mengunjungi beberapa objek wisata. Namun, jika membawa rombongan besar, sebaiknya periksa kapasitas tempat duduk dan ketersediaan parkir terlebih dahulu.
Rute perjalanan: Alas Trawas berada di Jalan Trawas–Mojosari, kawasan Kemiloko. Lokasinya dapat dimasukkan dalam perjalanan yang melintasi jalur utama Trawas. Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi beberapa kafe sekaligus, tempat ini bisa menjadi salah satu titik persinggahan sebelum kembali ke Surabaya.
7. Estusae Cafe Trawas, Pilihan untuk Bersantai Bersama Keluarga
Estusae Cafe Trawas berada di kawasan Sendang, Desa Penanggungan, Trawas. Tempat ini menawarkan suasana terbuka dengan lingkungan hijau dan pemandangan pegunungan yang dapat dinikmati ketika cuaca mendukung.
Kafe ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan sambil menghabiskan waktu bersama keluarga. Pilihan menu yang mencakup hidangan lokal dan beberapa menu bergaya Barat memberi keleluasaan bagi pengunjung dengan selera berbeda.
Keunggulan Estusae Cafe adalah perpaduan antara tempat makan dan suasana wisata alam. Area yang luas membuatnya menarik untuk dijadikan persinggahan dalam perjalanan keluarga, terutama bagi mereka yang ingin menikmati udara sejuk tanpa harus berpindah-pindah tempat terlalu sering.
Selain makan dan minum, pengunjung dapat memanfaatkan suasana sekitar untuk mengambil foto atau sekadar berbincang. Jika ingin datang bersama rombongan, pastikan untuk memeriksa ketersediaan tempat duduk dan ketentuan reservasi.
Rute perjalanan: Dari pusat Trawas, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Penanggungan. Karena jalan di wilayah perbukitan dapat memiliki tanjakan dan tikungan, pengemudi perlu menjaga kecepatan dan memastikan kendaraan berada dalam kondisi baik.
Rute Wisata Kafe Trawas dari Surabaya
Perjalanan dari Surabaya menuju Trawas dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewaan. Lama perjalanan bergantung pada titik keberangkatan, kondisi lalu lintas, serta jalur yang dipilih. Sebagai gambaran, waktu tempuh dapat berkisar sekitar 1,5–2,5 jam, tetapi perjalanan pada akhir pekan atau musim liburan bisa lebih lama.
Salah satu cara menyusun perjalanan adalah memilih kafe berdasarkan kawasan agar waktu tidak habis di jalan.
Berikut contoh rencana perjalanan sehari:
| Waktu | Rencana kegiatan |
|---|---|
| 06.30–08.30 | Berangkat dari Surabaya menuju Trawas |
| 08.30–10.00 | Menikmati sarapan atau kopi di Gartenhütte |
| 10.00–11.30 | Mengunjungi Rustic Market Valley View |
| 11.30–13.00 | Makan siang dan beristirahat |
| 13.00–15.00 | Mengunjungi Air Terjun Dlundung atau wisata alam terdekat |
| 15.00–16.30 | Bersantai di Havenville Cafe atau Cafe Sabin |
| 16.30–19.00 | Perjalanan kembali menuju Surabaya |
Jadwal tersebut bersifat fleksibel. Tidak semua kafe harus dikunjungi dalam satu hari. Jika ingin menikmati setiap tempat dengan santai, pilih dua atau tiga kafe saja. Casa Ellora, Alas Trawas, dan Estusae Cafe dapat menjadi alternatif sesuai lokasi, jam operasional, serta preferensi suasana.
Perlu diperhatikan bahwa rute di atas merupakan gambaran perjalanan, bukan urutan tercepat yang sudah diverifikasi berdasarkan kondisi lalu lintas langsung. Sebaiknya periksa navigasi sebelum berangkat dan sesuaikan urutan kunjungan dengan lokasi aktual setiap kafe.
Wisata yang Bisa Dikunjungi Sekalian dengan Berburu Kafe di Trawas
Agar perjalanan lebih berkesan, wisata kuliner dapat dipadukan dengan kunjungan ke beberapa destinasi alam dan rekreasi. Berikut pilihan tempat wisata yang bisa dipertimbangkan.
1. Air Terjun Dlundung
Destinasi ini menawarkan air terjun di tengah lingkungan hutan yang sejuk. Pengunjung dapat menikmati suasana alam, berjalan di area wisata, dan berfoto. Lokasinya searah dengan sejumlah kafe di kawasan Jalan Air Terjun, termasuk Havenville Cafe.
2. Wisata Sawah Sumber Gempong
Tempat wisata ini menawarkan pemandangan sawah dengan latar pegunungan. Selain berjalan-jalan, pengunjung dapat mencoba beberapa wahana rekreasi yang tersedia. Destinasi ini cocok untuk keluarga yang ingin menggabungkan wisata alam dan kegiatan santai.
3. Petirtaan Jolotundo
Petirtaan Jolotundo merupakan situs bersejarah berupa bangunan pemandian kuno dengan sumber air. Tempat ini menarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah, peninggalan masa lampau, dan suasana alam. Periksa jalur serta waktu tempuh sebelum menggabungkannya dengan agenda kafe.
Ketiga destinasi tersebut memiliki karakter berbeda. Air Terjun Dlundung cocok bagi pencinta alam, Sumber Gempong menawarkan rekreasi keluarga, sedangkan Petirtaan Jolotundo menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal peninggalan sejarah. Pilih lokasi berdasarkan waktu yang tersedia agar perjalanan tidak terlalu padat.
Tips Berkunjung ke Kafe di Trawas
Agar kunjungan berjalan nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum berangkat.
1. Datang saat cuaca mendukung
Pagi hingga sore hari merupakan waktu yang menarik untuk menikmati pemandangan sawah dan pegunungan. Namun, kabut atau hujan dapat muncul sewaktu-waktu. Periksa prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan.
2. Periksa jam operasional
Jam buka kafe dapat berbeda antara hari kerja dan akhir pekan. Beberapa tempat juga memiliki aturan reservasi atau ketentuan khusus untuk penggunaan area tertentu. Periksa akun resmi atau hubungi pengelola sebelum berangkat.
3. Siapkan pakaian yang sesuai
Udara di kawasan pegunungan dapat terasa lebih dingin, terutama pada pagi dan sore hari. Bawalah jaket tipis atau pakaian hangat. Jika berencana mengunjungi air terjun, gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
4. Sesuaikan pilihan kafe dengan anggaran
Harga makanan dan minuman berbeda-beda di setiap tempat. Perhitungkan pula biaya parkir, tiket wisata, dan kebutuhan perjalanan lainnya. Dengan begitu, anggaran liburan tetap terkendali.
5. Hindari membuat jadwal terlalu padat
Mengunjungi terlalu banyak kafe dalam satu hari bisa mengurangi waktu untuk menikmati setiap tempat. Pilih dua atau tiga lokasi yang paling sesuai dengan keinginan, kemudian tambahkan satu destinasi wisata jika waktu memungkinkan.
6. Perhatikan kondisi jalan
Beberapa akses menuju kawasan wisata melewati jalan menanjak, berkelok, atau relatif sempit. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan pengemudi memahami rute yang akan dilalui. Saat hujan, berkendaralah lebih hati-hati karena permukaan jalan dapat menjadi licin.
Menikmati Wisata Kafe Trawas dengan Perjalanan yang Lebih Nyaman
Trawas menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari menikmati kopi di tepi sawah, bersantai di kafe bernuansa Eropa, hingga mencicipi makanan sambil memandang pegunungan. Gartenhütte, Rustic Market Valley View, Casa Ellora, Havenville Cafe, Cafe Sabin, Alas Trawas, dan Estusae Cafe dapat menjadi pilihan sesuai suasana yang dicari.
Agar perjalanan lebih optimal, susun rute berdasarkan lokasi dan tentukan tempat yang benar-benar ingin dikunjungi. Dengan perencanaan yang baik, wisata kafe dapat dipadukan dengan air terjun, persawahan, atau situs bersejarah tanpa membuat agenda terasa terburu-buru.
Bagi wisatawan yang berangkat dari Surabaya, kenyamanan perjalanan juga patut menjadi pertimbangan. Perjalanan menuju kawasan pegunungan membutuhkan konsentrasi, terutama ketika melewati jalan berkelok dan menghadapi kepadatan lalu lintas pada akhir pekan.
Menggunakan sewa mobil Surabaya dengan sopir dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan tanpa harus menyetir sendiri. Waktu perjalanan bisa dimanfaatkan untuk beristirahat, berbincang dengan keluarga, atau menikmati pemandangan sepanjang jalan. Pengaturan tujuan dan waktu kunjungan pun dapat dibuat lebih fleksibel sesuai kebutuhan rombongan.
Silakan hubungi marketing Putera Mentari Rent Car untuk informasi dan reservasi, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134.
Dengan kendaraan yang sesuai dan pengemudi yang berpengalaman, perjalanan menuju Trawas dapat terasa lebih praktis. Anda pun bisa lebih leluasa menikmati suasana kafe, mencicipi kuliner, dan menjelajahi destinasi wisata di sekitarnya sebelum kembali ke Surabaya.
