Rem merupakan salah satu komponen paling penting dalam sistem keselamatan kendaraan. Fungsinya bukan hanya untuk menghentikan mobil, tetapi juga membantu mengatur kecepatan dan menjaga kendaraan tetap terkendali ketika melewati jalan menurun, menghadapi kemacetan, atau harus melakukan pengereman secara tiba-tiba.
Salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pengereman adalah kampas rem. Komponen ini bekerja dengan memberikan gesekan terhadap cakram atau tromol sehingga putaran roda dapat diperlambat. Karena terus mengalami gesekan, kampas rem merupakan komponen yang mengalami keausan dan pada akhirnya perlu diperiksa atau diganti.
Sayangnya, kondisi kampas rem sering kali baru diperhatikan ketika performa pengereman sudah terasa menurun. Padahal, terdapat sejumlah tanda yang dapat menjadi petunjuk bahwa kampas rem mulai aus. Mengenali tanda tersebut sejak awal dapat membantu pemilik kendaraan melakukan pemeriksaan sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius. Putera Mentari Rent Car membahasnya untuk Anda.
Apa Itu Kampas Rem?
Kampas rem atau brake pad merupakan komponen yang digunakan pada sistem rem cakram. Kampas rem memiliki material gesek yang dirancang untuk menahan putaran cakram ketika pedal rem diinjak.
Pada sistem rem tromol, terdapat komponen dengan fungsi serupa yang disebut kampas rem tromol atau brake shoe. Keduanya sama-sama mengalami keausan akibat gesekan, meskipun konstruksi dan mekanisme kerjanya berbeda.
Ketebalan material gesek pada kampas rem akan berkurang seiring penggunaan. Kecepatan keausannya dapat berbeda pada setiap mobil karena dipengaruhi gaya mengemudi, kondisi jalan, beban kendaraan, kualitas komponen, hingga kebiasaan pengereman.
Muncul Bunyi Saat Rem Diinjak
Salah satu tanda yang cukup umum ketika kampas rem mulai menipis adalah munculnya suara ketika pedal rem diinjak. Bunyi dapat berupa decitan atau suara gesekan yang sebelumnya tidak terdengar.
Pada beberapa kampas rem, terdapat indikator keausan yang memang dirancang untuk menimbulkan bunyi ketika ketebalan kampas sudah mencapai batas tertentu. Namun, suara rem tidak selalu berarti kampas pasti aus karena dapat pula disebabkan oleh debu, kotoran, permukaan cakram, atau faktor lainnya.
Karena itu, bunyi yang muncul berulang kali sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Pedal Rem Terasa Berbeda
Perubahan pada sensasi pedal rem juga perlu diperhatikan. Jika pedal terasa berbeda dari biasanya, misalnya membutuhkan tekanan lebih dalam sebelum mobil melambat, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman.
Pedal rem yang terasa terlalu dalam tidak selalu disebabkan oleh kampas rem aus. Masalah tersebut juga dapat berkaitan dengan sistem hidrolik, minyak rem, udara dalam saluran rem, atau komponen lainnya.
Oleh karena itu, perubahan karakter pedal sebaiknya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan sistem rem secara menyeluruh.
Mobil Membutuhkan Jarak Lebih Panjang Untuk Berhenti
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah mobil terasa membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti dibandingkan biasanya.
Misalnya, pada kondisi jalan dan kecepatan yang relatif sama, mobil biasanya dapat berhenti dengan cepat tetapi kini membutuhkan jarak lebih jauh. Hal ini dapat menunjukkan adanya penurunan performa pengereman.
Namun, jarak pengereman dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi ban, permukaan jalan, kecepatan kendaraan, beban mobil, dan kondisi komponen rem lainnya. Karena itu, perubahan tersebut tidak dapat langsung disimpulkan hanya disebabkan kampas rem.
Meski demikian, penurunan kemampuan berhenti merupakan alasan penting untuk segera memeriksakan kendaraan.
Mobil Bergetar Saat Melakukan Pengereman
Getaran pada setir atau bodi mobil ketika melakukan pengereman juga perlu mendapat perhatian. Kondisi ini dapat terasa terutama ketika mengerem dari kecepatan tertentu.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah masalah pada cakram rem, misalnya permukaan cakram yang tidak rata. Namun, keausan atau masalah pada komponen pengereman lain juga dapat berkontribusi.
Jika getaran semakin terasa kuat, sebaiknya kendaraan tidak digunakan untuk perjalanan jauh sebelum dilakukan pemeriksaan oleh teknisi.
Mobil Cenderung Menarik Ke Satu Sisi
Pernahkah mobil terasa bergerak atau menarik ke kiri maupun kanan ketika pedal rem diinjak? Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pengereman.
Salah satu penyebabnya dapat berasal dari kampas rem yang bekerja tidak merata. Namun, penyebab lain seperti kaliper bermasalah, tekanan ban tidak sama, masalah pada kaki-kaki, atau spooring juga dapat menyebabkan gejala serupa.
Karena sumber masalahnya cukup beragam, pemeriksaan langsung diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Ketebalan Kampas Rem Terlihat Menipis
Jika memiliki kesempatan melihat kampas rem, ketebalannya dapat diperiksa secara visual. Pada rem cakram, kampas biasanya dapat terlihat melalui celah pada roda, meskipun tingkat keterlihatannya bergantung pada desain velg dan kaliper.
Kampas yang terlihat sangat tipis merupakan tanda bahwa pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Namun, penilaian kondisi sebaiknya dilakukan dengan alat dan prosedur yang tepat karena ketebalan aman dapat berbeda berdasarkan spesifikasi kendaraan.
Untuk memastikan kondisinya, pemeriksaan oleh teknisi lebih disarankan.
Lampu Indikator Rem Menyala
Pada kendaraan tertentu, sistem rem dilengkapi sensor atau indikator keausan. Jika lampu peringatan rem pada panel instrumen menyala, pengemudi perlu memperhatikan simbol yang muncul dan memeriksa buku manual kendaraan.
Lampu indikator rem tidak selalu berarti kampas rem habis. Peringatan tersebut dapat berkaitan dengan minyak rem, sistem rem parkir, sensor, atau gangguan lain.
Karena berkaitan langsung dengan keselamatan, lampu peringatan rem sebaiknya tidak diabaikan.
Mengapa Kampas Rem Cepat Aus?
Tingkat keausan kampas rem dipengaruhi oleh banyak faktor. Kebiasaan mengemudi menjadi salah satunya. Pengemudi yang sering melakukan pengereman mendadak atau berkendara dengan kecepatan tinggi kemudian melakukan pengereman keras dapat membuat komponen rem bekerja lebih berat.
Kondisi jalan juga berpengaruh. Perjalanan di daerah berbukit atau pegunungan membuat sistem pengereman bekerja lebih sering, terutama ketika kendaraan membawa banyak penumpang atau muatan.
Selain itu, kualitas kampas rem, kondisi cakram atau tromol, bobot kendaraan, dan kondisi lalu lintas juga dapat memengaruhi usia pakainya.
Karena itu, tidak ada satu angka jarak tempuh yang dapat dijadikan patokan mutlak kapan kampas rem harus diganti. Pemeriksaan kondisi aktual tetap menjadi dasar yang lebih penting.
Apa Yang Bisa Dicek Sendiri?
Pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan sederhana sebelum melakukan perjalanan. Perhatikan apakah terdapat bunyi yang tidak biasa ketika mengerem, perubahan rasa pedal, getaran, mobil menarik ke satu sisi, atau lampu indikator rem menyala.
Pengemudi juga dapat memperhatikan apakah kemampuan pengereman terasa berbeda dibandingkan sebelumnya.
Namun, pemeriksaan sederhana tersebut bukan pengganti pemeriksaan teknis. Komponen rem berada pada bagian kendaraan yang membutuhkan ketelitian sehingga pembongkaran dan pengukuran sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem pengereman.
Kapan Kampas Rem Harus Diperiksa?
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama sebelum perjalanan jauh. Pemeriksaan menjadi semakin penting apabila kendaraan sering digunakan di jalan menanjak dan menurun, membawa beban berat, atau digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.
Jika muncul bunyi tidak biasa, pedal terasa berbeda, pengereman menurun, atau indikator rem menyala, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih cepat tanpa menunggu jadwal servis berikutnya.
Jangan menunda pemeriksaan hanya karena mobil masih dapat berjalan. Sistem pengereman bekerja sebagai satu kesatuan, sehingga masalah kecil yang dibiarkan dapat berpotensi memengaruhi komponen lainnya.
Pentingnya Pemeriksaan Rem Sebelum Perjalanan
Sebelum melakukan perjalanan jauh, kondisi rem sebaiknya masuk dalam daftar pemeriksaan kendaraan. Selain kampas rem, teknisi juga dapat memeriksa cakram atau tromol, kaliper, minyak rem, selang rem, serta komponen pendukung lainnya.
Pemeriksaan menyeluruh dapat membantu memastikan sistem pengereman berada dalam kondisi yang sesuai sebelum kendaraan digunakan menempuh jarak jauh.
Hal ini semakin penting ketika perjalanan melibatkan banyak penumpang, barang bawaan, jalan tol, atau jalur pegunungan dengan banyak tanjakan dan turunan.
Perjalanan Lebih Nyaman Dengan Kendaraan Terawat
Kampas rem memang merupakan komponen yang relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan kendaraan, tetapi perannya sangat penting terhadap keselamatan perjalanan. Bunyi rem, perubahan pedal, jarak pengereman yang semakin panjang, getaran, hingga mobil menarik ke satu sisi merupakan beberapa tanda yang patut diperhatikan.
Tidak semua gejala tersebut secara otomatis berarti kampas rem sudah aus. Karena itu, pemeriksaan oleh teknisi diperlukan untuk memastikan sumber masalah dan menentukan tindakan yang tepat.
Bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan dari Surabaya menuju berbagai kota, kondisi kendaraan yang terawat tentu menjadi salah satu pertimbangan penting. Pilihan sewa mobil Surabaya dengan sopir dapat memberikan kemudahan bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan tanpa harus mengemudikan kendaraan sendiri.
Dengan kendaraan yang dipersiapkan dan dirawat secara berkala serta dukungan sopir yang memahami perjalanan, waktu di perjalanan dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dan menikmati perjalanan. Silakan hubungi marketing Putera Mentari Rent Car untuk informasi dan reservasi, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134.
Pada akhirnya, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewaan, pemeriksaan sistem pengereman tetap menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan. Kendaraan yang terawat dan sistem rem yang diperiksa secara rutin akan membantu perjalanan berlangsung dengan lebih nyaman dan aman.
