Keberadaan jajanan jadul khas Jawa Timur juga berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat setempat dalam memanfaatkan bahan pangan lokal. Singkong, pisang, beras ketan, kelapa, dan gula merah menjadi bahan utama yang diolah menjadi makanan sederhana dengan cita rasa istimewa. Sebagian jajanan bahkan berkembang menjadi identitas kuliner daerah, seperti getuk pisang dari Kediri, ledre dari Bojonegoro, serta pudak dari Gresik.
Selain menarik untuk dicicipi, jajanan tradisional ini memiliki karakteristik penyimpanan yang berbeda-beda. Ada yang sebaiknya langsung dikonsumsi pada hari pembelian, tetapi ada pula yang dapat disimpan lebih lama karena teksturnya kering dan kadar airnya relatif rendah.
Berikut 15 jajanan jadul khas Jawa Timur yang menarik untuk dikenal, lengkap dengan asal daerah, bahan, keistimewaan, serta perkiraan umur simpannya. Putera Mentari Rent Car merangkumkannya untuk Anda.
1. Getuk Pisang, Jajanan Khas Kediri
Getuk pisang merupakan salah satu jajanan tradisional yang identik dengan Kediri, Jawa Timur. Berbeda dengan getuk pada umumnya yang menggunakan singkong, kudapan ini dibuat dari pisang yang diolah hingga memiliki tekstur padat, lembut, dan sedikit kenyal.
Pisang raja nangka sering digunakan sebagai bahan utama karena memiliki aroma yang khas serta perpaduan rasa manis dan sedikit asam. Pisang dikukus, kemudian dihaluskan dan dibentuk memanjang menggunakan daun pisang sebagai pembungkus. Daun tersebut turut memberikan aroma alami yang membuat getuk pisang terasa lebih khas.
Keistimewaan getuk pisang terletak pada kesederhanaan bahan dan rasanya yang tidak mudah tertukar dengan jajanan lain. Kudapan ini dapat dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi, maupun dijadikan buah tangan setelah berkunjung ke Kediri.
Asal daerah: Kediri dan sekitarnya.
Umur simpan: Sebagai perkiraan umum, getuk pisang tradisional tanpa pengawet sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama atau dalam 1–2 hari jika disimpan dengan baik di lemari pendingin. Lama simpannya bergantung pada kadar air, kebersihan proses pembuatan, dan kondisi kemasan.
Karena termasuk makanan yang lembap, getuk pisang tidak ideal dibiarkan berhari-hari pada suhu ruang, terutama ketika cuaca panas.
2. Onde-onde Mojokerto
Onde-onde merupakan jajanan yang sangat dikenal di Indonesia, tetapi Mojokerto mempunyai hubungan erat dengan kudapan ini sebagai salah satu ikon oleh-oleh daerahnya. Bentuknya bulat dengan lapisan wijen pada bagian luar dan isian kacang hijau yang manis.
Kulit onde-onde dibuat dari tepung ketan sehingga menghasilkan tekstur kenyal setelah digoreng. Sementara itu, wijen memberikan aroma gurih dan sensasi renyah. Perpaduan kulit yang sedikit garing, bagian dalam yang kenyal, serta isian lembut menjadikan onde-onde disukai berbagai kalangan.
Onde-onde cocok dinikmati selagi hangat. Jajanan ini juga sering dibeli dalam jumlah beberapa buah untuk dibawa pulang atau disajikan ketika berkumpul bersama keluarga.
Asal daerah: Mojokerto, yang dikenal sebagai salah satu pusat oleh-oleh onde-onde di Jawa Timur.
Umur simpan: Onde-onde paling nikmat dikonsumsi pada hari pembelian. Dalam kondisi suhu ruang, kualitasnya umumnya mulai menurun setelah sekitar 1–2 hari. Kulitnya dapat menjadi lebih keras atau kehilangan kerenyahannya. Untuk produk dengan isian lembap, ikuti petunjuk penyimpanan dari penjual dan hindari menyimpannya terlalu lama.
Saat membeli onde-onde sebagai oleh-oleh, sebaiknya pilih produk yang baru dibuat dan gunakan kemasan yang tidak membuatnya berdesakan agar bentuknya tetap terjaga.
3. Ledre Pisang Khas Bojonegoro
Ledre adalah camilan tradisional yang identik dengan Bojonegoro, khususnya kawasan Padangan. Jajanan ini memanfaatkan pisang raja sebagai bahan utama, kemudian dipadukan dengan tepung beras, gula, santan, telur, dan bahan pendukung lainnya.
Proses pembuatannya menghasilkan lembaran tipis yang kemudian digulung menyerupai semprong. Nama ledre berkaitan dengan proses meratakan adonan tipis saat dimasak. Hasil akhirnya adalah camilan yang ringan, renyah, serta memiliki aroma pisang matang yang kuat.
Berbeda dengan getuk pisang yang bertekstur lembut, ledre lebih cocok bagi pencinta camilan kering. Bentuknya yang praktis juga membuatnya mudah disajikan saat menerima tamu atau dibawa dalam perjalanan.
Asal daerah: Bojonegoro, terutama kawasan Padangan.
Umur simpan: Ledre yang benar-benar kering dan dikemas rapat dapat bertahan sekitar 2–4 minggu sebagai perkiraan umum. Namun, masa simpan sebenarnya bergantung pada resep, proses pengeringan, dan jenis kemasan.
Agar tetap renyah, simpan ledre dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari kelembapan. Kemasan yang sudah terbuka sebaiknya segera ditutup kembali setelah camilan diambil.
4. Brem Padat Khas Madiun
Brem merupakan salah satu jajanan yang lekat dengan Madiun. Bentuknya berupa lempengan atau balok kecil berwarna putih kekuningan dengan tekstur padat, tetapi mudah larut ketika berada di mulut.
Brem padat dibuat melalui proses fermentasi beras ketan. Sari hasil pengolahan kemudian diproses hingga menghasilkan makanan ringan dengan rasa manis dan sedikit asam. Salah satu keunikannya adalah sensasi dingin yang terasa ketika brem mulai larut di lidah.
Karakter tersebut membuat brem berbeda dari kue kering pada umumnya. Teksturnya tidak renyah seperti kerupuk, tetapi cenderung rapuh dan mudah hancur jika terkena tekanan.
Asal daerah: Madiun.
Umur simpan: Brem padat yang dibuat secara baik dan dikemas rapat dapat bertahan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, sesuai keterangan produsen. Produk sebaiknya disimpan di tempat kering dan sejuk.
Saat membawanya dalam perjalanan, hindari menaruh brem di bawah barang berat. Meski relatif tahan lama, bentuknya mudah pecah sehingga kemasan yang kokoh akan membantu menjaga kualitasnya.
5. Madumongso, Kudapan Manis Khas Ponorogo
Madumongso merupakan jajanan tradisional yang populer di wilayah Ponorogo dan kawasan Mataraman, Jawa Timur. Kudapan ini dikenal dengan rasa manis legit, tekstur lengket, serta sedikit rasa asam yang berasal dari proses fermentasi ketan hitam.
Bahan utamanya adalah ketan hitam yang diolah menjadi tape, kemudian dimasak bersama gula dan santan hingga mengental. Setelah mencapai tekstur yang sesuai, madumongso didinginkan dan dibungkus menggunakan plastik atau kertas kecil berwarna-warni.
Jajanan ini cukup lekat dengan tradisi Lebaran. Madumongso sering disajikan bersama aneka kue kering sebagai suguhan untuk tamu. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuatnya cocok dinikmati dalam porsi kecil.
Asal daerah: Ponorogo dan wilayah Mataraman di Jawa Timur.
Umur simpan: Madumongso yang diolah hingga cukup kering dan dikemas dengan baik dapat bertahan beberapa minggu. Namun, produk rumahan dengan kadar air lebih tinggi mungkin memiliki masa simpan lebih pendek. Simpan sesuai petunjuk produsen dan perhatikan perubahan aroma, warna, atau tekstur.
6. Pudak, Jajanan Tradisional Gresik
Pudak merupakan salah satu makanan tradisional yang menjadi identitas kuliner Gresik. Keunikannya terlihat dari kemasan yang menggunakan pelepah daun pinang, sehingga tampil berbeda dari kebanyakan jajanan pasar.
Pudak umumnya dibuat dari tepung beras, santan, dan gula. Bahan-bahan tersebut dicampurkan menjadi adonan, dimasukkan ke dalam kemasan tradisional, lalu dimasak hingga matang. Terdapat beberapa varian pudak dengan perbedaan warna dan rasa, bergantung pada bahan pemanis serta campuran yang digunakan.
Rasanya cenderung manis dengan tekstur lembut dan sedikit padat. Aroma santan dan pembungkus alaminya memberikan karakter tersendiri. Karena proses pembuatannya membutuhkan ketelitian, pudak juga menjadi bagian dari tradisi kuliner yang masih dipertahankan oleh para pembuat jajanan di Gresik.
Asal daerah: Gresik.
Umur simpan: Pudak tradisional sebaiknya dikonsumsi pada hari pembelian atau dalam sekitar 1–2 hari jika disimpan di lemari pendingin. Kandungan santan dan kelembapannya membuat pudak lebih mudah mengalami penurunan kualitas dibandingkan camilan kering.
Jika ingin membawanya ke luar kota, perhatikan jarak perjalanan dan kondisi penyimpanan. Untuk perjalanan panjang, pendinginan yang memadai lebih disarankan.
7. Wingko Babat
Wingko Babat adalah jajanan tradisional yang dikenal luas sebagai oleh-oleh dari kawasan Babat, Kabupaten Lamongan. Kue ini juga populer di berbagai kota lain karena rasanya yang khas dan relatif mudah ditemukan di toko oleh-oleh.
Bahan utamanya berupa kelapa parut, tepung ketan, dan gula. Adonan dipanggang hingga bagian luarnya berwarna kecokelatan, sementara bagian dalamnya tetap padat dan sedikit kenyal. Rasa manis berpadu dengan gurihnya kelapa, menghasilkan cita rasa sederhana yang disukai banyak orang.
Wingko Babat biasanya berbentuk bulat pipih dan dapat dinikmati bersama teh atau kopi. Seiring perkembangan zaman, tersedia pula berbagai varian rasa, seperti cokelat, pandan, dan durian.
Asal daerah: Babat, Kabupaten Lamongan.
Umur simpan: Wingko Babat tanpa pengawet umumnya memiliki kualitas terbaik selama beberapa hari setelah dibuat. Sebagai perkiraan, produk tertentu dapat bertahan sekitar 3–7 hari, tetapi masa simpan pastinya bergantung pada kadar air, resep, dan kemasan.
Pilih wingko yang dikemas dengan baik dan periksa tanggal kedaluwarsanya jika tersedia. Untuk produk dengan petunjuk penyimpanan khusus, ikuti anjuran produsen.
8. Opak Gambir, Camilan Renyah Khas Jawa Timur
Opak gambir merupakan camilan tradisional yang dikenal di sejumlah daerah Jawa Timur, termasuk Blitar dan Lamongan. Bentuknya menyerupai gulungan tipis, mirip semprong, dengan tekstur ringan dan renyah.
Bahan yang digunakan dapat meliputi tepung, gula, telur, dan santan, tergantung resep setempat. Adonan dimasak menggunakan cetakan khusus hingga tipis dan kering, kemudian dibentuk ketika masih panas. Proses ini memerlukan ketelitian karena adonan mudah mengeras setelah suhunya turun.
Rasa opak gambir umumnya manis dengan aroma panggangan yang khas. Selain menjadi camilan sehari-hari, jajanan ini kerap dijadikan suguhan ketika hari raya atau buah tangan untuk keluarga.
Asal daerah: Dikenal di beberapa wilayah Jawa Timur, antara lain Blitar dan Lamongan.
Umur simpan: Opak gambir yang kering dan tersimpan dalam kemasan kedap udara dapat bertahan sekitar 2–4 minggu, bergantung pada proses produksi. Paparan udara lembap dapat membuatnya melempem.
Simpan opak gambir di tempat sejuk dan kering. Jika dibawa sebagai oleh-oleh, letakkan di bagian kendaraan yang aman agar gulungannya tidak patah.
9. Getuk Lindri
Getuk lindri merupakan variasi getuk berbahan singkong yang dikenal di berbagai daerah Jawa, termasuk Jawa Timur. Jajanan ini memiliki tampilan khas berupa untaian singkong halus yang dicetak memanjang dan disajikan dalam potongan kecil.
Singkong dikukus sampai empuk, lalu dihaluskan bersama gula dan bahan tambahan sesuai resep. Adonan kemudian diberi warna dan dicetak menggunakan alat khusus. Getuk lindri biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut untuk menambah rasa gurih.
Teksturnya lembut dan agak padat, sedangkan rasa manisnya dapat disesuaikan. Getuk lindri sering ditemukan di pasar tradisional, terutama pada pagi hari ketika pedagang jajanan pasar mulai berjualan.
Asal daerah: Berbagai daerah di Jawa, termasuk kawasan Mataraman di Jawa Timur; bukan jajanan yang hanya berasal dari satu kota.
Umur simpan: Getuk lindri segar sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama. Jika disimpan dalam wadah bersih di lemari pendingin, kualitasnya mungkin bertahan sekitar 1–2 hari.
Karena menggunakan singkong dan kelapa parut, jajanan ini mudah mengalami perubahan tekstur apabila disimpan terlalu lama. Hindari menyimpannya dalam keadaan terbuka.
10. Cenil, Jajanan Pasar Bertekstur Kenyal
Cenil merupakan jajanan pasar yang sudah lama dikenal masyarakat Jawa Timur. Camilan ini memiliki bentuk kecil dengan warna beragam, biasanya merah muda, hijau, atau putih. Teksturnya kenyal dan sedikit lengket sehingga berbeda dari kue kering.
Cenil umumnya dibuat dari pati singkong atau tepung tapioka yang dicampur air dan bahan pewarna makanan. Adonan dibentuk kecil-kecil, kemudian direbus sampai matang. Setelah ditiriskan, cenil disajikan bersama kelapa parut dan gula pasir atau gula merah cair.
Jajanan ini sering dijual bersama klepon, lupis, dan getuk di pasar tradisional. Harganya relatif terjangkau sehingga dahulu kerap menjadi pilihan camilan anak-anak sepulang sekolah.
Asal daerah: Dikenal luas di Jawa, termasuk Jawa Timur, tanpa satu daerah asal yang disepakati secara khusus.
Umur simpan: Cenil paling baik dikonsumsi pada hari pembelian. Karena mengandung banyak air, cenil sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika perlu disimpan, masukkan ke wadah bersih dan simpan di lemari pendingin untuk waktu singkat.
Kelapa parut dan saus gula sebaiknya dipisahkan jika memungkinkan agar tekstur cenil tidak cepat berubah.
11. Klepon, Bola Ketan Berisi Gula Merah
Klepon adalah jajanan tradisional yang dikenal di berbagai daerah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Bentuknya bulat kecil dengan warna hijau yang biasanya berasal dari pandan atau pewarna makanan. Bagian luarnya dilapisi kelapa parut, sedangkan bagian dalamnya berisi gula merah.
Klepon dibuat menggunakan tepung ketan yang dicampur air hingga dapat dibentuk. Adonan diisi gula merah, dibulatkan, kemudian direbus sampai matang. Ketika digigit, gula merah di dalamnya akan mencair dan memberikan sensasi manis yang khas.
Jajanan ini sering menjadi bagian dari sajian pasar tradisional dan acara keluarga. Selain rasanya yang menarik, klepon juga memiliki ukuran kecil sehingga mudah dinikmati dalam beberapa gigitan.
Asal daerah: Merupakan jajanan tradisional yang tersebar luas di Jawa, termasuk Jawa Timur.
Umur simpan: Klepon idealnya dikonsumsi pada hari yang sama. Dalam penyimpanan dingin, kualitasnya mungkin bertahan sekitar 1–2 hari, tetapi teksturnya dapat mengeras dan kelapa parut perlu diperhatikan kesegarannya.
Jika membeli klepon untuk perjalanan, sebaiknya pilih jumlah yang dapat segera dikonsumsi. Hindari menyimpannya lama di dalam kendaraan yang panas.
12. Wajik Ketan
Wajik ketan merupakan jajanan manis yang sering hadir dalam acara keluarga, hajatan, dan perayaan tradisional. Di Jawa Timur, wajik dapat dijumpai dalam beragam bentuk dan resep rumahan.
Bahan dasarnya berupa beras ketan yang dimasak bersama santan dan gula merah. Setelah semua bahan tercampur, adonan dimasak hingga lengket dan mengental. Wajik kemudian didinginkan dan dipotong menjadi bentuk persegi atau belah ketupat.
Ciri khas wajik terletak pada teksturnya yang lengket, padat, dan legit. Aroma gula merah serta santan menjadi perpaduan rasa yang kuat. Wajik juga kerap dipilih sebagai suguhan tradisional karena mudah dipotong dan dibagikan.
Asal daerah: Dikenal luas di Jawa, termasuk Jawa Timur, dan tidak terbatas pada satu daerah.
Umur simpan: Wajik rumahan tanpa pengawet umumnya sebaiknya dikonsumsi dalam beberapa hari. Sebagai perkiraan, sekitar 2–4 hari pada kondisi penyimpanan yang baik, dengan masa simpan lebih pendek jika lingkungan panas dan lembap.
Simpan wajik dalam wadah tertutup agar tidak mengering atau terkontaminasi. Apabila menggunakan santan segar dan wajik terasa sangat lembap, penyimpanan di lemari pendingin lebih aman.
13. Nagasari, Kue Pisang Berbungkus Daun
Nagasari adalah kue tradisional yang dikenal di berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur. Bentuknya sederhana, berupa adonan tepung beras dan santan yang membungkus potongan pisang, lalu dikukus dalam daun pisang.
Rasa nagasari cenderung manis dan gurih. Teksturnya lembut, sementara potongan pisang memberikan rasa dan aroma buah yang khas. Pembungkus daun pisang membantu menjaga bentuk kue selama proses pengukusan serta menambah aroma alami.
Nagasari sering ditemukan di pasar tradisional dan menjadi salah satu pilihan dalam kotak jajanan untuk acara keluarga. Bahan-bahannya relatif sederhana, tetapi keseimbangan santan, tepung, dan pisang menentukan tekstur akhirnya.
Asal daerah: Dikenal luas di Jawa, termasuk Jawa Timur, tanpa asal kota tunggal yang pasti.
Umur simpan: Nagasari segar sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama. Jika langsung disimpan dalam lemari pendingin setelah dingin, kue ini umumnya dapat bertahan sekitar 1–2 hari.
Jangan membiarkan nagasari terlalu lama di dalam mobil yang terparkir di bawah matahari. Suhu tinggi dapat mempercepat kerusakan makanan berbahan santan.
14. Jenang Grendul
Jenang grendul adalah kudapan tradisional berupa bola-bola kenyal yang dibuat dari tepung ketan dan disajikan bersama kuah gula merah. Pada sejumlah variasi, jenang ini dilengkapi santan sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih.
Bola-bola grendul dimasak hingga matang, kemudian disajikan dengan kuah yang kental. Teksturnya kenyal dan memberikan sensasi berbeda dari jajanan kering. Jenang grendul juga cocok dinikmati sebagai camilan sore atau hidangan penutup.
Di pasar tradisional, jenang grendul dapat dijual dalam mangkuk atau wadah sekali pakai. Karena mengandung kuah, makanan ini lebih cocok dinikmati di tempat atau dibawa dalam perjalanan singkat.
Asal daerah: Dikenal dalam tradisi kuliner Jawa, termasuk di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Umur simpan: Jenang grendul dengan kuah santan sebaiknya langsung dikonsumsi. Jika tersisa, segera dinginkan dan simpan di lemari pendingin; untuk keamanan dan kualitas, sebaiknya dihabiskan dalam waktu sekitar 1–2 hari.
Pastikan wadah tertutup rapat untuk mencegah tumpah dan kontaminasi. Hindari membawa jenang berkuah dalam waktu lama tanpa pendingin.
15. Getas Ketan
Getas ketan merupakan jajanan tradisional yang memiliki karakter gurih sekaligus manis. Kudapan ini umumnya dibuat dari tepung ketan dan kelapa parut, kemudian digoreng dan dilapisi gula.
Adonan dibentuk kecil-kecil atau lonjong sebelum digoreng hingga matang. Setelah itu, getas dapat dilapisi gula yang mengering pada permukaannya. Perpaduan tepung ketan dan kelapa menghasilkan tekstur padat, sedangkan lapisan gula menambah rasa manis.
Getas cocok dinikmati bersama minuman hangat. Camilan ini juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang menyukai jajanan tradisional dengan tekstur lebih padat dibandingkan kue basah.
Asal daerah: Dikenal di berbagai daerah di Jawa, termasuk Jawa Timur, dengan variasi resep lokal.
Umur simpan: Getas yang sudah matang dan disimpan dengan baik umumnya dapat bertahan sekitar 3–7 hari, tergantung kadar air, tingkat kematangan, dan kemasannya. Jika masih lembap atau tidak dikemas rapat, masa simpannya bisa lebih pendek.
Untuk mempertahankan kualitasnya, tunggu hingga getas benar-benar dingin sebelum memasukkannya ke wadah tertutup. Uap yang terperangkap dapat membuat permukaan menjadi lembap.
Tips Membeli Dan Membawa Jajanan Khas Jawa Timur
Memburu jajanan tradisional dapat menjadi bagian menarik dari perjalanan wisata. Namun, setiap jajanan memiliki karakteristik berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.
Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
-
Pilih jajanan berdasarkan daya tahan. Ledre, opak gambir, dan brem padat umumnya lebih praktis dibawa untuk perjalanan jauh dibandingkan klepon, cenil, atau nagasari.
-
Perhatikan tanggal produksi. Untuk jajanan basah, pilih produk yang baru dibuat. Jika tersedia tanggal kedaluwarsa, ikuti informasi pada kemasan.
-
Gunakan kemasan yang sesuai. Camilan renyah perlu wadah kedap udara, sedangkan kue basah membutuhkan wadah bersih dan penyimpanan yang tepat.
-
Hindari paparan panas berlebihan. Jangan meninggalkan makanan di dalam kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari.
-
Beli secukupnya. Jika ingin mencicipi banyak jenis jajanan, belilah dalam porsi kecil agar tidak ada makanan yang terbuang.
-
Utamakan kebersihan. Perhatikan kondisi tempat penjualan, cara penyajian, serta kebersihan kemasan sebelum membeli.
Perlu diingat bahwa angka umur simpan di atas merupakan perkiraan umum, bukan jaminan keamanan untuk setiap produk. Resep, proses pengolahan, kebersihan, penggunaan pengawet, dan suhu penyimpanan dapat menghasilkan masa simpan yang berbeda.
Menjelajahi Jajanan Jawa Timur Bersama Sewa Mobil Surabaya
Mengenal jajanan jadul khas Jawa Timur bisa menjadi cara sederhana untuk menikmati kekayaan budaya kuliner daerah. Setiap kota menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari berburu getuk pisang di Kediri, mencari ledre di Bojonegoro, hingga membawa pulang pudak dari Gresik dan brem dari Madiun.
Jika ingin mengunjungi beberapa daerah sekaligus, perencanaan rute menjadi bagian penting agar perjalanan tetap nyaman. Lokasi sentra oleh-oleh, pasar tradisional, dan tempat wisata dapat disusun berdasarkan arah perjalanan sehingga waktu tidak banyak terbuang untuk berpindah tempat.
Perjalanan dari Surabaya menuju berbagai daerah di Jawa Timur juga membutuhkan pertimbangan jarak, kondisi jalan, serta waktu istirahat. Bagi keluarga atau rombongan yang ingin lebih leluasa menikmati perjalanan, menggunakan kendaraan dengan sopir dapat menjadi pilihan yang praktis. Penumpang bisa beristirahat selama perjalanan, berdiskusi menentukan tempat singgah, atau menyiapkan jajanan yang dibeli tanpa harus berkonsentrasi mengemudi sendiri.
Dalam hal ini, sewa mobil Surabaya dengan sopir dapat mendukung perjalanan wisata kuliner yang lebih terencana, terutama ketika tujuan berada di beberapa kota berbeda. Pilihan kendaraan dapat disesuaikan dengan jumlah penumpang, kebutuhan bagasi, dan jarak perjalanan. Silakan hubungi marketing Putera Mentari Rent Car untuk informasi dan reservasi, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134.
Dengan perencanaan yang baik, berburu jajanan jadul bukan sekadar kegiatan membeli oleh-oleh. Perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal tradisi masyarakat, mencicipi cita rasa khas daerah, serta menemukan kembali makanan sederhana yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
