Bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam penggunaan mobil. Baik untuk kendaraan pribadi maupun mobil sewaan, konsumsi bahan bakar yang boros tentu bisa menguras kantong. Di tengah harga BBM yang fluktuatif, banyak pengendara kini mencari cara agar mobil tetap hemat bahan bakar tanpa harus mengurangi kenyamanan atau tenaga mesin.
Bagi yang sering bepergian jauh, seperti dari Surabaya ke kota-kota wisata di Jawa Timur atau bahkan luar provinsi, efisiensi bahan bakar menjadi hal yang penting. Tidak hanya untuk penghematan, tetapi juga untuk kenyamanan perjalanan. Dalam konteks ini, memahami cara membuat mobil lebih irit BBM bukan sekadar teori — melainkan kebiasaan cerdas yang bisa diterapkan sehari-hari.
Berikut panduan lengkap dari Putera Mentari Rent Car tentang cara agar mobil Anda tetap hemat bahan bakar, tanpa mengorbankan performa.
1. Jaga Tekanan Angin Ban Sesuai Standar
Banyak pengendara tidak menyadari bahwa tekanan ban berpengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Ban yang kurang angin menambah beban kerja mesin karena gesekan antara ban dan jalan meningkat. Akibatnya, mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju, yang berarti konsumsi bahan bakar pun naik.
Periksa tekanan ban minimal seminggu sekali, terutama sebelum perjalanan jauh. Pastikan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di pintu mobil bagian dalam atau di buku manual.
Untuk mobil dengan sistem sensor tekanan ban (TPMS), pantau indikatornya secara rutin. Tekanan ideal biasanya berada di kisaran 30–35 psi, tergantung jenis mobil dan ukuran bannya.
2. Hindari Akselerasi Mendadak dan Rem Tiba-tiba
Gaya berkendara memiliki dampak besar terhadap konsumsi BBM. Pengemudi yang sering menekan pedal gas secara mendadak atau melakukan pengereman tiba-tiba cenderung membuat bahan bakar cepat habis.
Agar irit, lakukan akselerasi secara halus dan bertahap. Jaga kecepatan konstan sebisa mungkin, terutama di jalan tol. Penggunaan cruise control juga bisa membantu menjaga efisiensi bahan bakar jika mobil dilengkapi fitur tersebut.
Sebagai gambaran, menjaga kecepatan stabil di kisaran 70–90 km/jam di jalan tol bisa menghemat BBM hingga 15–20% dibandingkan gaya berkendara agresif.
3. Servis Berkala Sesuai Jadwal
Mesin yang tidak dirawat dengan baik akan bekerja lebih keras dan boros bahan bakar. Filter udara kotor, busi aus, atau oli yang sudah lama tidak diganti bisa membuat pembakaran tidak efisien.
Lakukan servis berkala setiap 10.000 km atau enam bulan sekali di bengkel resmi atau tempat terpercaya. Pastikan teknisi memeriksa seluruh komponen yang berhubungan dengan sistem bahan bakar, seperti filter bensin, injektor, dan sensor oksigen.
Ganti oli mesin sesuai spesifikasi yang disarankan pabrikan. Oli terlalu kental bisa membuat mesin bekerja lebih berat, sementara oli terlalu encer bisa mengurangi perlindungan. Pilih oli dengan viskositas tepat dan sertifikasi API terbaru.
4. Kurangi Beban Tidak Perlu di Dalam Mobil
Setiap tambahan beban berarti mesin harus bekerja lebih keras, dan ini meningkatkan konsumsi bahan bakar. Banyak orang tanpa sadar menyimpan barang-barang berat di bagasi seperti peralatan, air galon, atau bahkan perlengkapan yang jarang digunakan.
Untuk mobil kecil, tambahan 50 kilogram bisa meningkatkan konsumsi BBM hingga 2–3%. Karena itu, biasakan membersihkan bagasi dan kabin dari barang yang tidak diperlukan.
Hal serupa juga berlaku untuk roof rack atau boks tambahan di atap mobil. Selain menambah berat, benda tersebut juga meningkatkan hambatan angin, membuat konsumsi bahan bakar lebih boros, terutama saat melaju di jalan tol.
5. Gunakan AC dengan Bijak
Sistem pendingin udara (AC) memang membuat perjalanan nyaman, tetapi juga salah satu penyebab boros bahan bakar terbesar. Kompresor AC yang bekerja terus-menerus mengambil tenaga dari mesin.
Gunakan AC dengan pengaturan suhu moderat, sekitar 24–26°C. Jika udara di luar tidak terlalu panas, manfaatkan mode ventilasi atau turunkan kaca sesekali.
Namun, hindari membuka kaca terlalu lebar saat berkendara di kecepatan tinggi, karena hambatan udara meningkat dan membuat mobil jadi lebih boros.
Mobil modern saat ini sudah dilengkapi dengan sistem AC hemat energi. Jika Anda menyewa mobil dari penyedia layanan di Surabaya, biasanya armada mereka menggunakan kendaraan dengan fitur efisiensi energi yang baik — hal ini bisa menjadi pertimbangan cerdas bagi Anda yang ingin bepergian jauh tanpa khawatir boros bahan bakar.
6. Pilih Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi Mesin
Menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna, tenaga menurun, dan konsumsi BBM meningkat.
Setiap mobil memiliki rasio kompresi mesin yang berbeda. Mobil dengan rasio tinggi memerlukan bahan bakar beroktan tinggi (RON 92 ke atas), seperti Pertamax atau sejenisnya.
Jika mobil menggunakan bahan bakar beroktan rendah (misalnya RON 88 atau 90) padahal disarankan RON 92, pembakaran menjadi tidak efisien. Akibatnya, mesin “ngelitik” dan konsumsi bahan bakar meningkat.
Selain itu, usahakan selalu mengisi bahan bakar di SPBU terpercaya agar kualitas bensin tetap terjamin dan tidak bercampur air atau kotoran.
7. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama
Kebiasaan membiarkan mesin menyala dalam waktu lama saat berhenti — misalnya di parkiran atau lampu merah — bisa membuang bahan bakar percuma. Mesin yang idle selama 10 menit dapat menghabiskan hingga 0,1–0,2 liter BBM, tergantung jenis mesin.
Matikan mesin jika diperkirakan berhenti lebih dari satu menit. Selain menghemat bahan bakar, langkah ini juga mengurangi emisi gas buang.
Banyak mobil modern kini dilengkapi fitur auto start-stop yang secara otomatis mematikan mesin saat berhenti dan menyalakannya kembali ketika pedal gas ditekan. Fitur ini sangat membantu dalam efisiensi BBM di perkotaan seperti Surabaya yang lalu lintasnya padat.
8. Hindari Menyalakan Mesin Tanpa Tujuan
Beberapa pengemudi menyalakan mesin hanya untuk memanaskan mobil terlalu lama sebelum berkendara. Pada mobil modern, hal ini sebenarnya tidak diperlukan.
Cukup panaskan mesin selama 30–60 detik, lalu jalankan perlahan agar sistem pelumasan bekerja optimal. Memanaskan mobil terlalu lama hanya akan menghabiskan bahan bakar tanpa manfaat berarti.
9. Gunakan Gigi dan Putaran Mesin Secara Efisien
Untuk mobil manual, gunakan gigi yang sesuai dengan kecepatan. Jangan menahan mobil di gigi rendah dengan putaran mesin tinggi terlalu lama karena konsumsi bahan bakar meningkat drastis.
Idealnya, pindahkan gigi di kisaran 2.000–2.500 rpm. Untuk mobil otomatis, hindari menekan pedal gas terlalu dalam secara tiba-tiba.
Jika mobil memiliki indikator eco driving, ikuti panduannya agar gaya berkendara Anda tetap efisien. Indikator ini biasanya memberi tahu kapan waktu ideal berpindah gigi atau mengurangi tekanan pedal gas.
10. Lakukan Pemeriksaan Sistem Injeksi dan Sensor
Mobil-mobil modern menggunakan sistem injeksi elektronik untuk mengatur pasokan bahan bakar dan udara secara presisi. Jika sensor-sensor seperti MAF (Mass Air Flow) atau O2 sensor kotor atau rusak, pembakaran menjadi tidak efisien.
Akibatnya, mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak dari seharusnya. Lakukan pemeriksaan sistem injeksi dan sensor di bengkel terpercaya setiap servis berkala agar efisiensi mesin tetap optimal.
Bonus: Pilih Mobil dengan Teknologi Efisiensi Modern
Bagi Anda yang sering bepergian jauh, memilih mobil dengan teknologi efisiensi modern seperti mesin turbo kecil, sistem hybrid, atau fitur eco mode bisa menjadi solusi hemat BBM.
Penyedia layanan sewa mobil Surabaya kini juga banyak menawarkan pilihan kendaraan dengan teknologi hemat bahan bakar. Misalnya, mobil-mobil dengan sistem idle stop, transmisi CVT, atau bahkan hybrid yang mampu menghemat konsumsi BBM hingga 30%.
Dengan menyewa mobil jenis ini untuk perjalanan luar kota atau liburan keluarga, Anda tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon — langkah kecil menuju perjalanan yang lebih ramah lingkungan.
Sewa mobil Putera Mentari menyediakan mobil terbaru dan terawat, yang didukung layanan driver handal berpengalaman. Silahkan hubungi marketing kami, melalui telepon dan WhatsApp, dinomer 0821 2248 2134.
