Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa bukan hanya terkenal dengan Kawah Ijen atau Taman Nasional Baluran. Ada satu destinasi yang sarat budaya dan tradisi, yaitu Desa Wisata Adat Osing Kemiren. Desa ini terletak di Kecamatan Glagah dan menjadi rumah bagi Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi yang masih menjaga bahasa, tradisi, dan adat istiadatnya.
Lokasinya yang berada sekitar 7 km dari pusat Kota Banyuwangi membuat Desa Kemiren mudah dijangkau. Banyak wisatawan memilih perjalanan darat karena bisa lebih leluasa singgah di berbagai kota Jawa Timur sebelum tiba di Banyuwangi. Tidak heran, akses dengan kendaraan pribadi atau menggunakan jasa Putera Mentari Rent Car kerap jadi pilihan praktis.
2. Sejarah dan Identitas Osing
Kemiren merupakan desa tua yang sejak lama menjadi pusat kebudayaan Suku Osing. Nama “Kemiren” sendiri diambil dari pohon kemiri dan durian yang dahulu tumbuh subur di wilayah ini. Hingga kini, identitas budaya Osing masih kuat, terlihat dari bahasa, musik tradisional, hingga arsitektur rumah adatnya.
Suku Osing dikenal sebagai penjaga warisan kerajaan Blambangan. Filosofi hidup sederhana, dekat dengan alam, serta menjaga tradisi turun-temurun menjadikan desa ini unik dan berbeda dibanding destinasi lain di Jawa Timur.
3. Arsitektur dan Suasana Desa
Berjalan memasuki Desa Kemiren, wisatawan akan disambut deretan rumah adat Osing yang masih berdiri kokoh. Bentuk atap, ukiran kayu, hingga tata letaknya mencerminkan simbol-simbol kearifan lokal. Desa ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang terbuka bagi wisatawan untuk belajar langsung budaya Osing.
Desa juga sudah dilengkapi dengan fasilitas wisata:
-
Homestay tematik sekitar 40 unit, semuanya mempertahankan nuansa khas Osing.
-
Warung kuliner tradisional yang menyajikan kopi jaran, pecel pitik, hingga nasi tempong.
-
Museum Desa yang memamerkan peninggalan budaya, batik Osing, dan koleksi peralatan rumah tangga kuno.
4. Atraksi Budaya dan Tradisi Hidup
Salah satu keunikan Desa Kemiren adalah agenda budaya yang masih dilaksanakan rutin. Wisatawan dapat menyaksikan langsung:
-
Tari Gandrung, ikon Banyuwangi yang biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu.
-
Ritual Mepe Kasur, yaitu mengeluarkan kasur ke jalan raya sebagai simbol membersihkan diri dan lingkungan.
-
Tradisi Barong Ider Bumi, upacara adat tolak bala yang digelar setiap Lebaran Ketupat.
-
Festival Tumpeng Sewu, di mana seribu tumpeng disajikan untuk warga dan wisatawan sebagai wujud syukur bersama.
Atraksi ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang interaksi. Wisatawan bisa ikut menari, membantu menyiapkan tumpeng, bahkan belajar memasak pecel pitik bersama ibu-ibu desa.
5. Pengakuan Nasional dan Internasional
Desa Wisata Adat Osing Kemiren telah memperoleh berbagai penghargaan, antara lain:
-
50 Besar ADWI 2024 (Anugerah Desa Wisata Indonesia).
-
Juara 2 kategori Kelembagaan dan SDM pada ADWI 2024, karena dinilai mampu mengelola wisata berbasis masyarakat.
-
ASEAN Homestay Award 2025, sebuah pengakuan internasional yang membuktikan kualitas homestay di Desa Kemiren diakui di tingkat Asia Tenggara.
Prestasi ini menegaskan bahwa Desa Kemiren bukan hanya destinasi lokal, tetapi sudah naik kelas sebagai wisata budaya kelas dunia.
6. Dampak Sosial dan Ekonomi
Wisata budaya yang berkembang di Desa Kemiren memberi dampak positif bagi masyarakat. Homestay, UMKM, hingga pertunjukan seni menjadi sumber penghasilan warga. Perempuan juga banyak terlibat, terutama dalam seni tari, kerajinan, dan kuliner.
Selain itu, desa ini mengedepankan konsep berkelanjutan. Misalnya, beberapa rumah sudah memanfaatkan energi biogas, serta adanya program pelatihan manajemen usaha untuk warga. Hal ini membuat Desa Kemiren semakin siap menjadi contoh desa wisata mandiri.
7. Alasan Wajib Berkunjung ke Desa Kemiren
Ada beberapa alasan mengapa Desa Wisata Adat Osing Kemiren layak masuk daftar perjalanan Anda:
| Alasan | Keterangan |
|---|---|
| Budaya autentik | Suku Osing masih menjaga bahasa, musik, dan ritual. |
| Pengalaman interaktif | Wisatawan bisa ikut membajak sawah, belajar menari, hingga membuat batik. |
| Akomodasi unik | Homestay Osing menawarkan pengalaman menginap seperti di rumah keluarga. |
| Kuliner khas | Pecel pitik dan kopi jaran hanya bisa dinikmati di desa ini. |
| Lokasi strategis | Mudah dijangkau dari Kota Banyuwangi maupun lewat perjalanan darat dari Surabaya. |
8. Rute dan Akses
Bagi wisatawan dari Jawa Timur bagian barat, seperti Surabaya, Malang, atau Jember, perjalanan ke Banyuwangi lebih nyaman dilakukan dengan kendaraan darat. Rute Surabaya–Banyuwangi memakan waktu sekitar 7–8 jam. Selama perjalanan, wisatawan bisa mampir di kota lain, seperti Pasuruan, Probolinggo, atau Situbondo untuk singgah sejenak.
Karena jaraknya cukup jauh, banyak wisatawan memilih menggunakan jasa sewa mobil dengan sopir dari Surabaya. Cara ini membuat perjalanan lebih santai, efisien, sekaligus bisa menyesuaikan jadwal wisata tanpa terburu-buru.
9. Kesimpulan
Desa Wisata Adat Osing Kemiren bukan sekadar destinasi, melainkan ruang hidup yang masih menjaga budaya Osing secara utuh. Wisatawan bisa merasakan keramahan masyarakat, menikmati kuliner khas, hingga menyelami filosofi adat yang sudah diwariskan turun-temurun.
Perjalanan menuju desa ini pun menjadi pengalaman tersendiri. Dengan akses darat yang panjang namun penuh pemandangan indah, tak heran jika banyak wisatawan memilih perjalanan darat dari Surabaya menggunakan kendaraan pribadi atau jasa sewa mobil. Dengan begitu, kunjungan ke Desa Kemiren bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga pengalaman perjalanan yang berkesan.
Tips Perjalanan Nyaman Bersama Sewa Mobil Surabaya
Jika Anda berencana berkunjung ke Desa Wisata Adat Osing Kemiren dari Surabaya, sebaiknya siapkan perjalanan darat yang nyaman. Jarak tempuhnya memang cukup panjang, sekitar 7–8 jam, namun bisa menjadi pengalaman menyenangkan bila ditempuh dengan kendaraan yang sesuai.
Banyak wisatawan memilih jasa sewa mobil dari Surabaya dengan sopir berpengalaman, karena bisa menghemat tenaga dan waktu. Dengan begitu, Anda bisa beristirahat sepanjang perjalanan, sekaligus fleksibel untuk singgah di berbagai kota di Jawa Timur sebelum sampai ke Banyuwangi. Pilihan kendaraan pun beragam, mulai dari mobil keluarga hingga minibus untuk rombongan. Cara ini akan membuat perjalanan lebih praktis dan liburan ke Desa Kemiren semakin berkesan.
Putera Mentari Rent Car siap mengantar Anda menjelajahi pesona Banyuwangi. Kami memiliki unit yang beragam sesuai kebutuhan, dan dikemudikan sopir yang paham rute. Silahkan hubungi marketing kami, melalui telepon dan WhatsApp dinomer 0821 2248 2134.
