Jawa Timur bukan hanya dikenal dengan panorama alamnya yang menawan, mulai dari gunung, pantai, hingga air terjun. Provinsi ini juga memiliki kekayaan kuliner yang menggugah selera. Salah satu kuliner paling ikonik adalah pecel.
Hampir di setiap kota di Jawa Timur, pecel bisa ditemukan. Namun, jangan salah: meski sama-sama bernama pecel, cita rasa dan cara penyajiannya berbeda-beda. Perbedaan inilah yang membuat kuliner Jawa Timur semakin menarik.
Menjelajahi berbagai varian pecel di Jawa Timur bisa menjadi pengalaman seru. Apalagi jika dilakukan dengan konsep road trip kuliner dari Surabaya menggunakan mobil sewaan, yang memungkinkan kita mampir ke berbagai kota tanpa terburu-buru. Putera Mentari Rent Car membahasnya untuk Anda.
Pecel: Kuliner Sederhana, Rasa Luar Biasa
Pecel pada dasarnya adalah hidangan sayuran rebus yang disiram bumbu kacang. Namun, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam racikan bumbu, pilihan sayuran, hingga lauk pendamping. Inilah yang membuat pecel dari satu kota berbeda dengan kota lain.
Kalau diibaratkan, pecel adalah “bahasa kuliner” yang sama, tapi dengan “dialek” berbeda di tiap daerah.
Perbedaan Pecel dari Kota-Kota di Jawa Timur
1. Pecel Madiun
Madiun bisa dibilang sebagai kota pecel paling terkenal di Jawa Timur.
-
Ciri khas: bumbu kacang lebih manis, teksturnya halus, dengan aroma kencur yang kuat.
-
Sayuran: kangkung, kecambah, kenikir, bayam.
-
Pelengkap: peyek kacang yang renyah.
Tak heran banyak orang menyebut “Pecel Madiun” sebagai ikon kuliner pecel nasional. Bahkan bumbu instannya sering dijadikan oleh-oleh.
2. Pecel Kediri
Kediri punya karakter rasa yang berbeda dengan Madiun.
-
Ciri khas: bumbu kacang pedas, tekstur lebih kasar.
-
Sayuran: bayam, kacang panjang, tauge.
-
Pelengkap: tempe gembus (tempe khas Kediri) dan rempeyek.
Bagi penggemar pedas, pecel Kediri terasa lebih “nendang” di lidah.
3. Pecel Blitar
Di Blitar, pecel sering hadir bersama sambal unik.
-
Ciri khas: bumbu gurih manis dengan kuah agak encer.
-
Sayuran: sayuran variatif, kadang ada daun turi.
-
Pelengkap: sambal tumpang (dari tempe semangit).
Kombinasi pecel dengan sambal tumpang membuatnya berbeda dari kota lain.
4. Pecel Tulungagung
Kuliner di Tulungagung memiliki sentuhan lokal yang khas.
-
Ciri khas: bumbu kacang gurih dengan campuran sedikit petis.
-
Sayuran: bayam, kacang panjang, daun pepaya muda.
-
Pelengkap: kadang disajikan bersama jenang grendul sebagai kudapan manis.
Rasanya lebih kompleks, gurih manis dengan aroma petis yang khas Jawa Timur.
5. Pecel Ponorogo
Kota yang terkenal dengan sate ayamnya ini juga punya pecel khas.
-
Ciri khas: bumbu lebih pedas, kadang ditambah sambal cabai terpisah.
-
Sayuran: sederhana, mirip Madiun.
-
Pelengkap: tiwul (olahan singkong) kadang menggantikan nasi putih.
Pecel Ponorogo memberi nuansa “ndeso” yang autentik.
6. Pecel Banyuwangi (Osing)
Kebudayaan Osing yang khas memberi warna tersendiri pada pecel Banyuwangi.
-
Ciri khas: bumbu kacang dicampur petis, rasanya tajam.
-
Sayuran: ada tambahan bunga turi selain sayur rebus biasa.
-
Pelengkap: sering dipadukan dengan sego tempong (nasi dengan sambal super pedas).
Perpaduan gurih kacang dan petis membuat cita rasanya unik.
7. Pecel Surabaya
Sebagai kota besar, Surabaya punya variasi pecel yang beragam.
-
Ciri khas: bumbu kacang gurih pedas, kadang agak kental.
-
Sayuran: bayam, tauge, kacang panjang, kadang kol.
-
Pelengkap: rempeyek, tahu goreng, atau tempe mendoan.
Karena pengaruh modern, pecel Surabaya lebih fleksibel dengan berbagai tambahan lauk.
Road Trip Kuliner Pecel dari Surabaya
Bayangkan memulai perjalanan dari Surabaya, lalu berkeliling ke kota-kota di Jawa Timur untuk mencicipi pecel khas tiap daerah.
-
Hari 1: Surabaya → Madiun (pecel manis legit dengan peyek kacang).
-
Hari 2: Kediri → Blitar → Tulungagung (coba pecel pedas Kediri, pecel sambal tumpang Blitar, dan pecel dengan aroma petis Tulungagung).
-
Hari 3: Ponorogo → Banyuwangi (akhiri dengan pecel pedas khas Ponorogo dan pecel petis Banyuwangi).
Perjalanan ini bukan sekadar wisata kuliner, tapi juga eksplorasi budaya dan tradisi setempat.
Tips Menikmati Wisata Kuliner Pecel
-
Datang pagi hari – sebagian besar warung pecel buka dari pagi hingga siang.
-
Jangan lupa peyek – hampir semua pecel semakin nikmat jika ditemani rempeyek.
-
Coba dengan lauk khas lokal – misalnya tempe gembus di Kediri atau sambal tumpang di Blitar.
-
Nikmati di tempat asalnya – rasa pecel akan lebih otentik jika disantap langsung di daerah asal.
Pentingnya Transportasi Nyaman untuk Wisata Kuliner
Melakukan perjalanan lintas kota untuk jelajah pecel tentu memerlukan transportasi yang nyaman. Dari Surabaya, rute kuliner ke berbagai kota bisa ditempuh dengan mobil sewaan.
Menggunakan sewa mobil Putera Mentari punya beberapa keuntungan:
-
Fleksibilitas: bisa berhenti kapan saja di kota yang dilewati.
-
Efisien: tidak perlu repot mencari transportasi umum antar kota.
-
Nyaman: mobil yang disewa biasanya terawat dengan baik, siap untuk perjalanan jauh.
-
Cocok untuk keluarga: ruang lebih lega untuk penumpang dan oleh-oleh.
-
Perjalanan santai: dengan dikemudikan sopir handal dan berpengalaman.
Dengan mobil sewa, road trip kuliner pecel jadi lebih praktis dan menyenangkan.
Kesimpulan
Pecel bukan sekadar makanan sederhana, tapi representasi kekayaan budaya kuliner Jawa Timur. Dari manis legit Pecel Madiun, pedas khas Kediri, gurih sambal tumpang Blitar, hingga aroma petis Banyuwangi, setiap kota menawarkan pengalaman rasa yang berbeda.
Menjelajahi pecel dari satu kota ke kota lain akan lebih seru jika dilakukan lewat road trip dari Surabaya. Dengan bantuan Putera Mentari Rent Car, perjalanan kuliner menjadi lebih fleksibel, nyaman, dan berkesan. Silahkan hubungi marketing kami, melalui telepon dan WhatsApp, dinomer 0821 2248 2134.
Jadi, kalau Anda pecinta kuliner, jangan ragu untuk menjadikan jelajah pecel Jawa Timur sebagai agenda liburan berikutnya. Siapkan perut kosong, kamera, dan tentu saja kendaraan yang nyaman. Selamat berwisata rasa!
