Surabaya, kota pahlawan yang dikenal dengan semangat juang dan panasnya udara, juga menyimpan pesona lain yang tak kalah menggugah: kuliner klasik yang bertahan lintas generasi. Meski kini kota ini dipenuhi deretan kafe modern dan restoran kekinian, cita rasa kuliner tradisional Surabaya tetap punya tempat istimewa di hati masyarakatnya.

Bagi para pencinta kuliner, menyusuri jalan-jalan di Surabaya bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga perjalanan nostalgia — mengenang masa lalu lewat aroma, bumbu, dan cita rasa yang otentik. Dari rawon legendaris, rujak cingur, hingga lontong balap, semua punya cerita panjang yang melekat dalam budaya kota ini. Putera Mentari Rent Car siap menemani Anda berwisata kuliner di Surabaya.


Rawon Setan, Ikon Kuliner Malam Surabaya

Tak ada kuliner yang lebih identik dengan Surabaya selain rawon, sup daging sapi berkuah hitam pekat dari kluwek yang gurih dan kaya rempah. Salah satu yang paling terkenal adalah Rawon Setan, yang berdiri sejak tahun 1950-an. Nama “setan” muncul karena warung ini dulu hanya buka tengah malam — saat sebagian besar orang sudah tertidur.

Cita rasa gurihnya berasal dari potongan daging empuk, kuah kluwek yang kental, serta taburan tauge kecil yang segar. Disajikan dengan sambal pedas dan nasi hangat, sepiring rawon bisa membuat siapa pun jatuh cinta. Kini, meski sudah banyak versi modern, Rawon Setan tetap mempertahankan resep turun-temurun yang sama.

Menariknya, warung legendaris ini sering menjadi persinggahan wisatawan dari luar kota yang menyewa mobil untuk keliling Surabaya di malam hari. Setelah seharian berwisata, menikmati rawon panas di tengah hawa malam kota terasa seperti hadiah kecil yang sempurna.


Lontong Balap Garuda, Cita Rasa dari Masa Lalu

Beralih ke kuliner lain yang tak kalah klasik, ada Lontong Balap, sajian khas yang sudah dikenal sejak era kolonial Belanda. Hidangan ini terdiri dari lontong, tauge, lentho (gorengan kacang tolo), tahu goreng, dan sambal petis yang khas.

Salah satu yang paling legendaris adalah Lontong Balap Garuda Pak Gendut, yang berdiri sejak tahun 1956 di kawasan Kranggan. Resepnya sederhana tapi otentik, dengan cita rasa gurih manis dan aroma petis yang kuat. Makan lontong balap di tempat asalnya seolah membawa kita kembali ke suasana Surabaya tempo dulu — hangat, sederhana, dan penuh keakraban.

Bagi pelancong, tempat ini menjadi salah satu destinasi kuliner wajib saat menjelajah pusat kota. Tak heran, banyak penyedia sewa mobil Surabaya yang menjadikan rute Kranggan–Tunjungan–Gubeng sebagai “jalur kuliner klasik” favorit wisatawan.


Sate Klopo Ondomohen, Perpaduan Tradisi dan Inovasi

Kalau biasanya sate dibuat dari daging ayam atau kambing, Surabaya punya versi uniknya sendiri: Sate Klopo. Ciri khasnya ada pada taburan kelapa parut sangrai yang memberikan aroma gurih dan tekstur renyah.

Yang paling terkenal tentu Sate Klopo Ondomohen Bu Asih, berlokasi di Jalan Walikota Mustajab. Daging sapi yang empuk dibakar di atas arang, disiram bumbu kacang, dan ditaburi kelapa serta bawang goreng. Paduan rasa asin, gurih, dan manisnya benar-benar menggoda.

Warung ini tak hanya jadi favorit warga lokal, tapi juga tamu luar kota yang datang dengan mobil sewaan. Karena lokasinya di pusat kota, banyak pengemudi sewa mobil yang sudah hafal rutenya — bahkan sering merekomendasikannya kepada pelanggan mereka sebagai “kuliner wajib sebelum pulang.”


Rujak Cingur, Khas Surabaya yang Tiada Duanya

Rujak Cingur adalah kuliner yang paling mencerminkan karakter Surabaya: kuat, berani, dan apa adanya. Makanan ini terdiri dari campuran sayur rebus, buah-buahan, lontong, tahu, tempe, serta potongan cingur (hidung sapi) yang disiram sambal petis kental.

Salah satu tempat legendarisnya adalah Rujak Cingur Delta di kawasan Genteng. Berdiri sejak puluhan tahun lalu, rasa petisnya begitu khas — perpaduan pedas, gurih, dan sedikit manis. Untuk sebagian orang, aroma petis mungkin terasa kuat, tapi bagi warga Surabaya sejati, di sanalah letak kelezatannya.

Rujak Cingur tak hanya sekadar makanan, tapi juga simbol kebanggaan daerah. Banyak wisatawan kuliner dari luar kota rela menempuh perjalanan panjang demi mencicipinya. Bahkan, sebagian pengusaha rental mobil di Surabaya sering membuat paket “city tour + kuliner khas” yang salah satunya memasukkan Rujak Cingur ke dalam daftar wajib.


Tahu Tek dan Tahu Campur: Sederhana Tapi Menggugah Selera

Kuliner klasik lain yang tak kalah populer adalah Tahu Tek, sajian tahu goreng, kentang, lontong, dan telur yang diguyur saus kacang dan petis. Disebut “tek” karena penjualnya dulu selalu memotong bahan dengan suara “tek-tek” dari gunting besi.

Sementara itu, Tahu Campur menawarkan cita rasa lebih kompleks. Kuahnya terbuat dari kaldu sapi, disajikan dengan potongan tahu goreng, daging, mi, selada, dan sambal petis. Salah satu yang terkenal adalah Tahu Campur Kalasan yang sudah berdiri sejak 1960-an.

Kedua hidangan ini sering dijumpai di pinggir jalan, tapi justru di sanalah daya tariknya: autentik, murah, dan mengenyangkan. Tak sedikit pengunjung luar kota yang menjelajah Surabaya menggunakan mobil sewaan untuk mencicipi keduanya di lokasi asalnya — pengalaman yang tak bisa didapat di restoran modern.


Sego Sambel Mak Yeye, Kuliner Malam Paling Melegenda

Jika malam tiba dan perut mulai lapar, warga Surabaya tahu ke mana harus pergi: Sego Sambel Mak Yeye di kawasan Jagir Wonokromo. Warung ini buka mulai pukul 21.00 malam, dan antrian pembeli sering kali sudah mengular sebelum jam buka.

Menu andalannya sederhana: nasi hangat, ikan pari bakar, sambal super pedas, dan tempe goreng. Namun perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma bakarannya menjadikannya luar biasa.

Bagi penggemar kuliner pedas, ini adalah surga dunia. Banyak wisatawan dari luar kota yang menyewa mobil untuk menjelajahi kuliner malam Surabaya, dan Sego Sambel Mak Yeye hampir selalu menjadi destinasi terakhir sebelum pulang ke hotel.


Warung Kopi Legendaris dan Kue Lawas

Selain makanan berat, Surabaya juga punya deretan warung kopi dan toko kue lawas yang sudah berdiri puluhan tahun. Salah satunya adalah Depot Es Krim Zangrandi, yang berdiri sejak tahun 1930. Bangunannya bergaya kolonial, dengan interior klasik dan menu es krim rumahan yang lembut dan nostalgia.

Ada juga Warung Kopi Purnama dan Kopi Tiam, tempat nongkrong legendaris yang mempertahankan suasana tempo dulu. Bagi pecinta suasana retro, tempat seperti ini menjadi pelengkap sempurna setelah berkeliling kota.

Menjelajahi Surabaya dari satu tempat kuliner klasik ke lainnya terasa lebih nyaman jika dilakukan dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Selain hemat waktu, kamu juga bisa berhenti di berbagai titik kuliner tanpa khawatir soal parkir atau jarak antar lokasi.


Menikmati Kuliner Klasik dengan Nyaman di Surabaya

Surabaya adalah kota besar dengan wilayah luas dan lalu lintas yang padat. Karena itu, menggunakan layanan sewa mobil Surabaya sering kali menjadi pilihan bijak bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner klasik secara bebas.

Dengan mobil sewaan, kamu bisa mengatur rute kuliner sendiri — dari Rawon Setan di pusat kota, melipir ke Tahu Campur di Kalasan, lalu menutup malam dengan Sego Sambel Mak Yeye di Wonokromo. Sopir lokal biasanya juga sudah hafal lokasi warung legendaris dan tahu kapan waktu terbaik untuk datang agar tidak antre panjang.

Beberapa penyedia sewa mobil bahkan menawarkan paket wisata kuliner Surabaya yang mencakup rute makanan klasik, tempat nongkrong lawas, dan spot foto bersejarah seperti Jalan Tunjungan dan Balai Pemuda. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga penuh cerita budaya.


Menjaga Warisan Rasa di Tengah Modernisasi

Meski restoran modern terus bermunculan, kuliner klasik Surabaya tetap punya penggemar setia. Keaslian rasa, kesederhanaan penyajian, dan kisah di balik setiap hidangan membuatnya tak tergantikan. Setiap suapan adalah potongan sejarah yang hidup — cerita tentang perjuangan, kebersamaan, dan cita rasa yang melintasi zaman.

Dari Rawon Setan hingga Rujak Cingur Delta, semuanya adalah warisan rasa yang patut dijaga. Modernisasi boleh datang, tapi aroma bumbu dan semangat tradisi tetap menjadi denyut nadi kota pahlawan.


Wisata Kuliner Bersama Sewa Mobil Surabaya

Menjelajahi ragam kuliner klasik Surabaya adalah pengalaman yang lebih dari sekadar makan. Ini adalah perjalanan rasa, budaya, dan nostalgia yang menyatukan masa lalu dan masa kini.

Dan agar perjalanan kuliner ini semakin nyaman, menggunakan sewa mobil Putera Mentari bisa menjadi pilihan terbaik. Dengan mobil yang siap mengantar dari satu warung ke warung lain, kamu bisa menikmati kelezatan Surabaya tanpa terburu-buru. Sopir berpengalaman juga tahu tempat makan hidden gem yang layak dicoba. Silahkan hubungi marketing kami, melalui telepon dah WhatsApp, dinomer 0821 2248 2134 sekarang juga.

Karena pada akhirnya, setiap rasa punya cerita — dan di Surabaya, cerita itu selalu dimulai dari sepiring makanan klasik yang sederhana, tapi penuh makna.