Kota Semarang tidak hanya terkenal sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang kaya sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai salah satu destinasi kuliner yang menawarkan beragam hidangan lezat. Suasana kota yang sering berangin dan berhawa lembap, terutama pada malam hari, membuat kuliner berkuah dan hangat menjadi pilihan tepat untuk dinikmati.
Bagi wisatawan yang berkunjung, mencicipi makanan hangat di Semarang merupakan pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan. Berikut berbagai hidangan hangat khas Semarang yang menggugah selera dan cocok untuk menemani waktu bersantai Anda. Putera Mentari Rent Car merangkumnya untuk Anda.
1. Soto Bangkong – Legenda Kuliner Sejak 1950-an
Salah satu kuliner hangat paling legendaris di Semarang adalah Soto Bangkong. Berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, soto ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an dan menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan.
Soto Bangkong disajikan dengan kuah bening gurih yang dibuat dari kaldu ayam kampung. Potongan daging ayam suwir, tauge, bawang goreng, serta seledri menjadi pelengkap utama. Meskipun sederhana, cita rasanya sangat khas dan menenangkan, terutama saat disajikan hangat.
Keistimewaan soto ini terletak pada perpaduan bumbu rempah yang seimbang dan aroma kaldu yang kuat tanpa terasa berlebihan. Hidangan ini sangat cocok disantap saat pagi atau malam hari, ditemani segelas teh hangat atau es jeruk.
2. Tahu Gimbal – Perpaduan Gurih dan Pedas yang Menggugah Selera
Tahu Gimbal merupakan makanan khas Semarang yang cocok dinikmati dalam keadaan hangat. Hidangan ini terdiri atas potongan tahu goreng, lontong, kol, telur, udang goreng (gimbal), dan disiram dengan saus kacang yang sedikit pedas.
Keunikan tahu gimbal terletak pada penggunaan udang yang digoreng bersama adonan tepung, memberikan sensasi renyah sekaligus gurih. Saus kacang yang kental dan beraroma bawang putih membuat cita rasanya semakin khas.
Tahu Gimbal banyak dijajakan di kawasan Simpang Lima dan sepanjang Jalan Pahlawan. Menikmati sepiring tahu gimbal yang masih hangat pada sore hari sambil menikmati suasana kota merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi para pelancong.
3. Nasi Ayam Semarang – Kelezatan Tradisional yang Menghangatkan
Sekilas mirip dengan nasi liwet dari Solo, nasi ayam Semarang memiliki cita rasa berbeda. Nasi putih hangat disajikan dengan suwiran ayam, krecek, sambal goreng labu siam, tahu, dan telur pindang, lalu disiram dengan kuah gurih yang hangat.
Biasanya, nasi ayam disajikan dengan pincuk daun pisang, menambah aroma khas pada hidangan ini. Cita rasa manis dan gurih yang berpadu lembut membuatnya menjadi salah satu menu favorit masyarakat Semarang, terutama pada malam hari.
Salah satu tempat yang terkenal menyajikan hidangan ini adalah Nasi Ayam Bu Wido di kawasan Semarang Tengah. Warung ini selalu ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati kehangatan rasa tradisional Jawa Tengah dalam setiap suapan.
4. Wedang Tahu – Hangat, Lembut, dan Menenangkan
Bagi pencinta minuman hangat tradisional, Wedang Tahu wajib dicoba. Minuman ini berasal dari pengaruh budaya Tionghoa dan dikenal juga dengan nama “kembang tahu”. Terbuat dari sari kedelai yang dibentuk menjadi tahu lembut, kemudian disajikan dengan kuah jahe manis hangat.
Rasa pedas jahe yang berpadu dengan tekstur lembut tahu menciptakan sensasi hangat hingga ke tubuh. Wedang Tahu sangat cocok dinikmati pada malam hari, terutama saat udara Semarang sedang dingin setelah hujan.
Penjual wedang tahu banyak ditemukan di sekitar Kota Lama, Pasar Semawis, dan kawasan Pecinan. Selain rasanya yang nikmat, minuman ini juga dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.
5. Mie Kopyok – Sederhana namun Mengenyangkan
Mie Kopyok merupakan salah satu kuliner khas Semarang yang sederhana namun menggugah selera. Hidangan ini berisi mie kuning, lontong, tauge, tahu goreng, dan kerupuk gendar, disiram dengan kuah kaldu bawang putih yang hangat dan gurih.
Nama “kopyok” berasal dari cara penyajiannya, yaitu bahan-bahan yang dikopyok atau dicampur sebelum disajikan. Mie Kopyok biasanya diberi tambahan sambal dan kecap manis sesuai selera, menciptakan keseimbangan antara rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.
Salah satu penjual yang terkenal adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur di Jalan Tanjung. Warung ini sudah berdiri puluhan tahun dan menjadi tempat favorit warga lokal yang ingin menikmati kuliner hangat di tengah kesibukan kota.
6. Soto Selan – Hangatnya Tradisi di Setiap Suapan
Selain Soto Bangkong, Semarang juga memiliki Soto Selan, yang sudah ada sejak tahun 1926. Soto ini memiliki kuah kekuningan karena menggunakan tambahan kunyit dan santan, sehingga rasanya lebih gurih dan berlemak.
Soto Selan biasanya disajikan dengan potongan ayam, bihun, perkedel, dan taburan bawang goreng. Rasa rempah yang kuat membuat hidangan ini sangat cocok untuk menghangatkan tubuh.
Lokasinya yang strategis di kawasan Simpang Lima menjadikan Soto Selan sebagai salah satu tujuan kuliner paling mudah diakses oleh wisatawan yang baru tiba di Semarang.
7. Wedang Uwuh – Kehangatan dari Ramuan Rempah Tradisional
Selain wedang tahu, minuman hangat lain yang populer di Semarang adalah Wedang Uwuh. Kata “uwuh” berarti sampah dalam bahasa Jawa, karena minuman ini berisi berbagai rempah yang terlihat seperti campuran dedaunan.
Wedang Uwuh terbuat dari jahe, kayu secang, daun cengkih, kayu manis, dan daun pala. Semua bahan direbus hingga menghasilkan warna merah alami dan aroma rempah yang kuat. Rasanya manis, pedas, sekaligus menenangkan.
Minuman ini banyak dijajakan di warung-warung tradisional serta kawasan wisata seperti Tugu Muda dan Pasar Semawis. Wedang Uwuh sangat cocok untuk menemani malam hari di Semarang yang cenderung sejuk.
8. Bakmi Jowo – Kehangatan Rasa Jawa yang Autentik
Bakmi Jowo merupakan hidangan mie khas Jawa yang banyak ditemukan di Semarang. Disajikan dengan cara dimasak menggunakan tungku arang, bakmi ini memiliki aroma khas yang tidak bisa ditemui pada mie modern.
Isinya terdiri dari mie kuning, potongan ayam, sayuran, dan telur, lalu disiram dengan kuah gurih yang dimasak langsung di atas wajan kecil. Proses memasaknya satu per satu menjadikan rasa setiap porsi unik dan kaya bumbu.
Bakmi Jowo populer di kawasan Tembalang dan sekitar Simpang Lima. Kehangatan kuahnya, ditambah sensasi aroma arang yang khas, membuat hidangan ini sempurna dinikmati di malam hari.
Tips Menjelajahi Kuliner Hangat di Semarang
-
Gunakan transportasi yang nyaman. Beberapa lokasi kuliner legendaris di Semarang tersebar di berbagai kawasan kota, sehingga lebih efisien menggunakan sewa mobil Surabaya dengan sopir apabila Anda berangkat dari luar kota. Sopir berpengalaman akan membantu menemukan rute terbaik menuju lokasi-lokasi kuliner terkenal.
-
Datang pada waktu yang tepat. Banyak penjual makanan hangat di Semarang mulai buka pada sore hingga malam hari, saat udara lebih sejuk.
-
Eksplorasi kawasan kuliner lokal. Pecinan, Kota Lama, dan Simpang Lima merupakan pusat kuliner yang menawarkan beragam pilihan makanan hangat khas Semarang.
Kulineran Bersama Sewa Mobil Surabaya
Kota Semarang tidak hanya menyuguhkan wisata sejarah dan arsitektur yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner yang menggoda selera. Beragam makanan hangat khas Semarang seperti Soto Bangkong, Tahu Gimbal, Nasi Ayam, Wedang Tahu, hingga Bakmi Jowo, memberikan pengalaman cita rasa yang sulit dilupakan.
Menikmati sajian tersebut akan terasa lebih menyenangkan apabila perjalanan dilakukan dengan nyaman. Oleh karena itu, bagi wisatawan yang berangkat dari Surabaya, menggunakan layanan sewa mobil Surabaya dengan sopir merupakan pilihan terbaik untuk menjelajahi kelezatan kuliner hangat di Semarang tanpa khawatir tentang rute maupun waktu tempuh. Silahkan hubungi marketing kami, melalui telepon atau WhatsApp, dinomer 0821 2248 2134.
Dengan perpaduan suasana kota yang ramah, udara sejuk, dan cita rasa kuliner tradisional yang menghangatkan, Semarang selalu berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjungnya.
