Kota Gresik di Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan pelabuhan, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang begitu kaya. Salah satu destinasi yang kini mulai naik daun adalah Bandar Grisse, kawasan kota tua yang telah direvitalisasi dan menjelma menjadi magnet wisata baru yang eksotis. Terletak di pusat kota Gresik, Bandar Grisse menjadi destinasi yang ideal untuk pecinta sejarah, budaya, dan arsitektur klasik.

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman menyusuri jejak masa lalu, kawasan ini bisa menjadi destinasi unggulan, apalagi jika Anda menggunakan layanan Putera Mentari Rent Car, perjalanan menjadi semakin nyaman dan fleksibel.

Sejarah Panjang Kota Gresik

Gresik adalah salah satu kota tertua di Indonesia yang tercatat telah menjadi kota pelabuhan penting sejak abad ke-11. Sebagai simpul perdagangan antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa, Gresik menjadi tempat berlabuh kapal dagang dari berbagai negara. Di masa kolonial Belanda, kota ini dikenal sebagai “Grissee”, yang kemudian menjadi inspirasi penamaan Bandar Grisse untuk kawasan kota tua.

Bangunan-bangunan tua yang tersisa di wilayah ini mencerminkan betapa pentingnya peran Gresik dalam perdagangan internasional, penyebaran Islam, serta akulturasi budaya yang harmonis.

Revitalisasi dan Kelahiran Kembali Bandar Grisse

Pemerintah Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Kementerian PUPR melakukan revitalisasi kawasan kota tua seluas ±60 hektare ini sejak 2022. Dana sekitar Rp47 miliar digelontorkan untuk mempercantik infrastruktur tanpa merusak nilai historis yang ada. Jalan-jalan seperti Basuki Rahmat, AKS Tubun, dan Kramatlangon ditata ulang dengan trotoar estetik, lampu taman bergaya kolonial, serta fasilitas publik yang membuat kawasan ini lebih ramah wisatawan.

Peluncuran resmi Bandar Grisse dilakukan pada akhir 2022, dengan berbagai acara budaya, fashion show, dan pameran UMKM lokal. Sejak saat itu, nama Bandar Grisse menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta wisata heritage.

Wisata Multikultural: Kampung Etnis di Bandar Grisse

Salah satu keunikan dari kawasan kota tua Gresik adalah keberadaan tiga perkampungan etnis yang hidup berdampingan selama ratusan tahun. Kawasan ini menjadi simbol harmoni antara budaya Arab, Tionghoa, dan pribumi lokal.

  1. Kampung Arab
    Di kawasan ini, Anda akan menemukan masjid kuno dan makam ulama besar Sunan Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal sebagai penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa. Kawasan ini memiliki nuansa religius dan menjadi titik ziarah yang ramai dikunjungi.

  2. Kampung Pecinan
    Di sisi lain, berdiri megah Klenteng Kim Hin Kiong, yang menjadi bukti kehadiran etnis Tionghoa sejak abad ke-17 di Gresik. Arsitektur klenteng ini sangat fotogenik dan mencerminkan nilai-nilai spiritual serta estetika budaya Tionghoa.

  3. Kampung Kolonial
    Kawasan ini dulunya dihuni oleh para saudagar pribumi dan warga Belanda. Rumah-rumah bergaya Indische Empire dengan pilar besar dan jendela kayu lebar masih berdiri kokoh. Banyak rumah di kawasan ini kini dijadikan cagar budaya atau tempat usaha kreatif.

Kampung Kemasan: Permata Arsitektur Klasik Gresik

Salah satu bagian paling menarik dari Bandar Grisse adalah Kampung Kemasan. Nama ini berasal dari sejarah kampung yang dihuni oleh pengrajin emas dan saudagar kaya. Rumah-rumah di sini dibangun dengan detail arsitektur campuran Eropa, Tionghoa, dan lokal.

Beberapa rumah berusia lebih dari 100 tahun, seperti rumah milik H. Oemar bin Ahmad (1855) dan Bak Liong (1853), yang hingga kini masih berdiri dan menjadi ikon kampung. Bahkan, ada bangunan unik bernama Rumah Gajah Mungkur, yang memiliki patung gajah di halaman sebagai simbol status sosial pemiliknya.

Bandar Grisse, Malioboro-nya Gresik

Dengan penataan modern yang tidak menghilangkan nuansa heritage, kawasan Bandar Grisse kini menjadi tempat favorit warga lokal maupun wisatawan luar kota. Banyak yang menyebutnya sebagai “Malioboro versi Gresik” karena suasana jalanan yang tertata rapi, pencahayaan malam yang temaram, serta kehadiran pedagang kuliner dan cinderamata khas.

Banyak keluarga yang menghabiskan sore hingga malam hari di kawasan ini untuk bersantai, berfoto di spot instagramable, atau sekadar menikmati suasana kota tua yang damai.

Wisata Kuliner di Sekitar Bandar Grisse

Tidak lengkap rasanya jika berwisata tanpa mencicipi kuliner khas Gresik. Di sekitar Bandar Grisse, Anda dapat menemukan berbagai makanan tradisional seperti:

  • Bubur Roomo, bubur khas Gresik dengan kuah rempah khas.

  • Otong Gresik, camilan gurih berbentuk bulat pipih yang cocok sebagai oleh-oleh.

  • Bandeng Gresik, olahan ikan bandeng tanpa duri yang menjadi ikon kuliner kota ini.

Kehadiran pedagang kaki lima dan kedai UMKM membuat kawasan ini bukan hanya surga sejarah, tetapi juga tempat wisata kuliner yang menggoda selera.

Akses dan Transportasi

Bandar Grisse terletak di pusat kota Gresik, sekitar 1 jam perjalanan dari Surabaya. Jika Anda datang dari luar kota atau tidak ingin repot menggunakan transportasi umum, sewa mobil dari Surabaya ke Gresik adalah pilihan terbaik. Anda bisa mengatur waktu kunjungan secara fleksibel, berhenti di banyak titik, dan menikmati kenyamanan kendaraan pribadi.

Beberapa rute yang bisa dikombinasikan dalam satu hari perjalanan meliputi:

  • Bandar Grisse

  • Makam Sunan Giri

  • Bukit Jamur Bungah

  • Kuliner Bandeng di Jalan Samanhudi

Dengan menyewa mobil, Anda dapat menyesuaikan rute wisata sesuai minat dan waktu yang tersedia, tanpa khawatir soal keterbatasan angkutan umum.

Tips Berkunjung ke Bandar Grisse

  • Datang saat sore menjelang malam, karena pencahayaan kawasan akan menciptakan suasana klasik yang romantis.

  • Gunakan alas kaki yang nyaman, karena Anda akan banyak berjalan kaki menyusuri trotoar dan gang kampung.

  • Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh, karena banyak spot foto yang menarik.

  • Hormati warga lokal, terutama saat melewati kawasan perkampungan yang masih aktif dihuni.

Sewa Mobil Surabaya Mengantar Anda Berkeliling Kota Tua Gresik

Bandar Grisse bukan sekadar kawasan wisata kota tua biasa. Ia adalah cermin dari akulturasi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Dari arsitektur klasik, jejak sejarah penyebaran agama, hingga keragaman etnis yang hidup damai, semuanya menyatu dalam satu kawasan yang kini siap menyambut wisatawan dengan wajah baru.

Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan sejarah dan kenyamanan perjalanan sekaligus, menggunakan jasa sewa mobil Putera Mentari bisa menjadi solusi terbaik. Kami menyediakan unit istimewa, yang dikemudikan driver handal dan profesional. Liburan lebih bebas, rute lebih fleksibel, dan pengalaman lebih tak terlupakan.

Silahkan hubungi marketing kami, melalui telepon atau WhatsApp, dinomer 0821 2248 2134.